Attention !!

Synopsis tidak bisa update secara teratur karena dibuat di sela-sela waktu author :)


Di karenakan sudah memasuki tugas akhir kuliah, synopsis Fox Summer tidak akan update teratur!


Hal ini karena author merupakan seorang pekerja di sebuah perusahaan swasta & juga mahasiswi di sebuah perguruan tinggi :)

Regards,


Translate / Terjemahkan

Tuesday, June 6, 2017

Sinopsis Drama Korea : DUEL Episode 02 - 1



Images by : OCN
Episode 02 dimulai dengan ditemukannya mayat seorang gadis di Jeongreung, Jeongbok-gu, Seoul. Mayat itu ditemukan oleh pasangan berusia 50-an. Polisi dan team forensik sedang mengumpulkan bukti dan mengidentifikasi mayat tersebut.
Deuk Cheon datang ke TKP dengan wajah kosong. Anggota team-nya, segera menghalaginya agar tidak mendekat ke mayat tersebut tetapi Deuk Cheon memberontak. Dia ingin melihat wajah mayat tersebut.
DUEL
Dan kita kembali ke akhir episode 01…

Deuk Cheon mengejar Sung Hoon. Dia bahkan sampai menerjang kaca pintu agar bisa mendapatkan Sung Hoon. Sung Hoon sesaat terperangah melihat Deuk Cheon yang menerjang masuk tetapi dia lanjut berlari. Deuk Cheon berusaha mengejarnya tetapi dia kehilangan jejak.
Akhirnya, Deuk Cheon kembali ke tempat dia memborgol Sung Joon. Dia dengan marah bertanya pasti mereka kembar, kan? Kemana kembarannya pergi? Kemana? Tetapi, Sung Joon tidak tahu. Dia menegaskan kalau dia benar-benar tidak mengingat apapun. Deuk Cheon emosi dan menghajar Sung Joon, lagi.

Anggota team Deuk Cheon akhirnya tiba. Mereka mengira kalau Deuk Cheon sudah berhasil menangkap penculik anaknya tetapi Deuk Cheon memberitahu kalau masih ada satu pria yang berwajah mirip dengan pria tersebut. Mereka harus segera mencarinya. Dia menyuruh anggotanya untuk segera bergerak sebelum pria itu kabur. Dia juga memberitahu kalau pria itu mengenakan hoodie berwarna hitam. Anggota team-nya segera berpencar untuk mencari pria yang dimaksud Deuk Cheon. Tetapi, mereka tidak bisa menemukannya.
Deuk Cheon meminta kepada Sung Joon untuk menelpon saudara kembarnya itu. Jika dia melepaskan anaknya, dia juga akan melepaskan Sung Joon dan mereka tetap bisa mengambil uangnya. Tetapi, Sung Joon malah kebingungan. Dia menegaskan kepada Deuk Cheon kalau dia benar-benar tidak mengingat apapun bahkan namanya sendiri. Dan dia saja baru tahu kalau punya saudara kembar. Deuk Cheon tentu saja tidak percaya. Dia yang sudah sangat emosi, mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya ke kepala Sung Joon. Jika Sung Joon tidak mau menelpon saudara kembarnya, dia akan menembak kepalanya sekarang juga.
Anggota team Deuk Cheon kembali ke tempat Deuk Cheon. Mereka terkejut melihat Deuk Cheon yang sedang mengarahkan pistol ke kepala Sung Joon. Mereka segera menghentikan Deuk Cheon dan mengamankan Sung Joon. Hyung Shik juga meminta maaf pada Deuk Cheon karena mereka tidak bisa menemukan kembarannya.
Deuk Cheon benar-benar sudah kehilangan roh-nya. Dia masuk ke dalam mobil dengan lemas bersama anggota team-nya dan Sung Joon. Soo Ho yang mengemudikan mobil menuju kantor polisi sementara Hyung Shik menginterogasi Sung Joon. Tetapi, Sung Joon terus berteriak kalau dia benar-benar tidak mengingat apapun. Dia hanya menerima catatan dengan nama ‘Jang Deuk Cheon’ dan sebuah tiket bus. Dan mereka menyuruhnya untuk naik bus ke Seoul. Dan dia pikir kalau dia bisa bertemu dengan Jang Deuk Cheon, dia akan menemukan sesuatu. Dia juga menyuruh mereka memeriksa sakunya dan pasti ada catatannya (tangan Sung Joon terbogol dan tidak bisa meraih saku celananya).

Hyung Shik memeriksa saku celana Sung Joon dan mengeluarkan isinya. Dan benar ada catatan seperti yang dikatakan oleh Sung Joon. Tetapi, saat Hyung Shik mengeluarkan catatan tersebut, sebuah jepit rambut yang mirip seperti yang dibelikan Deuk Cheon untuk Soo Yeon juga jatuh ke jok mobil.
Deuk Cheon bertanya pada Sung Joon, siapa yang memberikan catatan itu? Sung Joon menjawab kalau dia menerimanya dari seorang tunawisma. Dan dia belum pernah melihat tunawisma itu sebelumnya. Sung Joon meminta mereka agar percaya padanya. Hyung Shik tertawa dan berkata kalau mereka tidak bisa percaya hanya karena sebuah catatan. Dia juga menunjukkan pada Sung Joon, gambar sketsa penculik yang mirip seperti Sung Joon. Dan itu artinya, Sung Joon adalah penculik tersebut dan bahkan tangan Sung Joon terluka seperti pernyataan dari Deuk Cheon.
“Dengan kata lain, kau seorang penjahat yang menculik putri seorang perwira polisi!” tegas Soo Ho.
Sung Joon benar-benar bingung. Dia menegaskan pada Deuk Cheon kalau bukan dia penculiknya. Deuk Cheon menatapnya tajam dan mengancam Sung Joon kalau menyangkalnya lagi, dia akan membunuhnya. Sung Joon benar-benar frustasi dan menangis.

Sung Joon menunduk dan saat itu dia melihat jepit rambut-nya ada di jok. Sung Joon teringat kalau itu jepit rambut yang dia tatap di dalam bus. Dan Sung Joon segera menyembunyikan jepit rambut itu ke dalam saku jas-nya.

Hyung Shik kembali bertanya pada Sung Joon dimana Soo Yeon. Dan Sung Joon berteriak frustasi kalau dia tidak tahu. Sung  Joon juga memukul Hyung Shik keras dan mencekik leher Soo Ho sehingga membuat mobil menjadi oleng. Hyung Shik dan Deuk Cheon berusaha melepaskan cekikan Sung Joon dari Soo Ho tetapi sangat sulit. Mobil melaju dengan liar di jalanan sehingga Deuk Cheon segera membanting setir agar mobil keluar dari jalan dan berakhir dengan menabrak sebuah gedung yang akan dibangun.
Mobil terhenti. Semua terluka dan Sung Joon memanfaatkan keadaan untuk kabur keluar dari mobil. Deuk Cheon segera mengejarnya. Tetapi, Sung Joon masuk ke dalam sebuah gedung kosong dan membuat Deuk Cheon kebingungan mencarinya. Mereka saling kejar mengejar hingga sampai ke atap gedung.

Sung Joon sudah terpojok. Deuk Cheon mengeluarkan pistolnya dan bertanya dimana Soo Yeon? Tetapi, Sung Joon sudah tidak takut. Dia benar-benar tidak tahu siapa dan dimana Soo Yeon dan sekarang dia juga tidak bisa pergi kemanapun lagi. Deuk Cheon memohon agar Sung Joon memberitahunya dan dia akan mengabulkan apapun keinginan Sung Joon. Sung Joon benar-benar tidak tahu. Dia menatap jepit yang ada di tangannya dan memilih untuk melompat bunuh diri.

Deuk Cheon menarik bajunya. Dia tidak mengizinkan Sung Joon untuk mati begitu saja saat anaknya belum ketemu. Sung Joon dengan putus asa berkata kalau dia tidak tahu apapun. Bukan dia. Deuk Cheon emosi dan menarik tubuh Sung Joon yang hendak terjatuh ke atas dan melemparnya (seperti membanting gitu).

Dan saat itulah, jepit rambut yang Sung Joon pegang juga terlempar dan Deuk Cheon melihatnya. Dia mengenali jepit itu adalah jepit yang diberikannya untuk Soo Yeon.
Deuk Cheon benar-benar marah karena Sung Joon berbohong. Dia mencekik Sung Joon penuh kemarahan. Dan Deuk Cheon yang benar-benar emosi, mengambil pistolnya yang di lantai dan meletakkannya tepat di dahi Sung Joon. Sung Joon menangis frustasi. Dia benar-benar tidak ingat apapun. Ingatannya hilang. Satu-satunya yang dia ingat adalah dia berada di Busan  dua hari yang lalu.



“Ketika aku terbangun, aku berada di tempat seperti kamar rumah sakit. Aku terus kehilangan kesadaranku dan ketika aku terbangun lagi, aku ada di terminal bus. Lalu seseorang memberiku tiket bus. Setelah itu, aku naik bus Seoul dan sampai ke sini, itu saja. Hanya itulah. Itu saja yang ku ingat. Aku benar-benar tidak tahu putrimu. Aku bahkan belum pernah melihatnya. Aku juga bukan kaki tangan. Aku bahkan belum pernah melihat brengsek itu!”
“Yang aku tahu hanyalah… brengsek yang menculik putriku persis seperti kau. Kalian berdua terlihat sama. Ini kesempatan terakhirmu. Dimana Soo Yeon? Aku akan menghitung sampai tiga! Satu! Dua!” hitung Deuk Cheon.
Sung Joon menangis. Dia menegaskan kalau itu bukan dirinya. Deuk Cheon memandang ekspresi Sung Joon dan teringat ekspresi penculik anaknya. Tampak berbeda. Dia akhirnya tidak jadi menembak Sung Joon.

Sung Joon di bawa ke kantor. Jo Hye dan anggotanya sudah menunggu mereka. Deuk Cheon berdiri di depan Jo Hye. Dia menatap penuh kemarahan pada Jo Hye karena sudah menipunya (memberikan uang palsu) padahal dia sudah bilang jangan bermain-main dengan kehidupan Soo Yeon. Dia mengingatkan kalau Jo Hye sudah berjanji padanya akan menemukan Soo Yeon.
“Mau 1juta dollar ataupun 500.000dollar, dia tidak akan melepaskan Soo Yeon. Kau pun tahu itu,” jawab Jo Hye.
Deuk Cheon marah mendengar jawaban Soo Yeon. Dia menegaskan kalau dia tahu Soo Yeon hanya tidak ingin kehilanganuangnya. Apa uang itu lebih penting daripada menemukan anaknya?  Jo Hye menjawab dengan dingin dan tegas kalau dia mengerti perasaan Deuk Cheon tetapi semuanya berakhir disini. Polisi tidak akan lagi menangani kasus ini.
Hyung Shik segera protes kalau pemberhentian kasus penculikan Soo Yeon itu illegal (tidak sesuai peraturan karena Soo Yeon belum ditemukan). Jo Hye menjawab kalau dari awal penanganan kasus ini sudah salah karena pihak korban mengambil alih kasus ini (maksudnya Deuk Cheon tidak seharusnya ikut campur dalam pencarian Soo Yeon). Jo Hye menegaskan kalau dia sudah cukup baik dengan mengabaikan sikap Deuk Cheon tetapi sekarang dia akan mematuhi hukum. Jaksa-lah yang akan menangani kasus ini sekarang.
Deuk Cheon jelas protes karena dia harus mencari Soo Yeon sendiri. Jo Hye memotong perkataan Deuk Cheon dengan bertanya, apa kau ingin Soo Yeon mati? Aku juga ingin menemukannya.
“Aku serius. Aku akan menemukan Soo Yeon. Dia  juga berharga bagiku,” ujar Jo Hye (dan terdengar tidak tulus.) Jo Hye segera memerintahkan anggotanya untuk membawa Sung Joon karena dia akan memulai interogasi.
Deuk Cheon mengentikan Jo Hye. Dia meminta pada Jo Hye agar melakukan identifikasi sidik jari terlebih dahulu. Tetapi, Jo Hye tidak mau di perintah oleh Deuk Cheon. Deuk Cheon berusaha menjelaskan kalau Sung Joo tidak mengingat apapun termasuk namanya sendiri. Dan juga dia tidak punya ponsel ataupun KTP. Dia juga punya kembaran. Mereka komplotan. Dia melihatnya dengan matanya sendiri. Dan saudara kembarnya itu yang pasti menahan Soo Yeon, mengambil uang dan menelponnya. Mereka harus menemukan kembaran itu. Jo Hye hanya menjawab dia mengerti dan beranjak pergi.
“Aku merasa bodoh karena mengatakan ini, tetapi aku akan mempercayaimu terakhir kali. Tolong temukan Soo Yeon untukku. Tolong temukan dia,” teriak Deuk Cheon pada Jo Hye. Jo Hye hanya terus berjalan dan tidak menjawab.
Di ruang interogasi, rambut, air liur dan sidik jari Sung Joon di ambil untuk di identifikasi. Selesai menjalani semua itu, Jo Hye masuk dan mulai melakukan interogasi pada Sung Joon. Selama proses interogasi Sung Joon menegaskan kalau dia tidak ingat apapun dan tidak tahu apapun.
“Apa kau berharap aku percaya dengan omong kosongmu itu? Kau ingat atau tidak, kaulah pelakunya!” tegas Jo Hye. “Kau membuat kesalahan besar dua hari yang lalu (hari penculikkan Soo Yeon). Kau meninggalkan darahmu di tempat kejadian. Tentu saja kau tidak akan ingat, jangan ingat apapun. Teruslah berakting. Tidak peduli apa yang kau lakukan, ini akan membuktikan bahwa kau yang bersalah (tes DNA),” ujar Jo Hye.
Jo Hye mendapat laporan dari anggotanya kalau sidik jari Sung Joon tidak terindifikasi. Mereka menduga kalau Sung Joon adalah imigran gelap. Sementara hasil tes DNA dengan darah yang tertinggal di TKP penculikkan Soo Yeon baru keluar besok pagi. Anggota Jo Hye bertanya bagaimana dengan kembaran yang dibilang Deuk Cheon? Mereka sudah memeriksa CCTV dan menanyai orang-orang tetapi tidak ada yang melihat orang yang dikatakan Deuk Cheon tersebut. Jo Hye menjawab kalau mereka hanya perlu mencocokkan sidik jari yang ada di terminal dengan sidik jari Sung Joon. Itu akan membuat semuanya jelas. Bahkan jika dia punya kembaran, dia tidak akan punya sidik jari yang sama, bukan? (Kalau menurut author, maksud dari Jo Hye adalah Sung Joo kan tertangkap di dalam bus dan pasti sidik jarinya belum ada di dalam terminal, tetapi, jika sidik jarinya di temukan di dalam terminal, itu berarti Deuk Cheon salah mengira Sung Joon memiliki saudara kembar padahal yang dilihat Deuk Cheon itu ya Sung Joon).
Anggota Jo Hye juga melaporkan kalau mereka sudah meminta bantuan pada seluruh kantor polisi untuk mencari Soo Yeon namun belum ketemu juga.
“Hhhh… 54jam telah berlalu. Seberapa besar kemungkinan bagi seorang anak untuk hidup 48jam setelah penculikan?” tanya Jo Hye.
“Kurang dari 5%,” jawab anggotanya.
“Kalau begitu, kita harus mempertimbangkan hal itu, tidak mungkin menemukan dia hidup-hidup setelah 72jam, kan? Apa yang harus kita lakukan? Kita tidak punya banyak waktu,” ujar Jo Hye dingin.
Deuk Cheon sibuk memeriksa CCTV terminal untuk mencari kembaran Sung Joon tetapi dia tidak menemukan apa-apa. Hyung Shik dan Soo Ho masuk dan melapor pada Deuk Cheon kalau sidik jari Sung Joon tidak terdaftar. Mereka bertanya pada Deuk Cheon apa yang harus dilakukan sekarang? Deuk Cheon memerintahkan mereka untuk menemukan kembaran Sung Joo itu. Dan Hyung Shik serta Soo Ho mulai membantu memeriksa CCTV.

Deuk Cheon hendak memeriksa CCTV yang mengarah ke ruang tunggu. Itu adalah ruang dimana dia melihat kembaran Sung Joon dari luar kaca jendela. Tetapi, anggotanya memberitahu kalau CCTV ke arah sana tidak ada. Deuk Cheon menjadi panik dan emosi. Dia meminta pada mereka untuk menemukan Soo Yeon-nya. Dia mohon.
Hari sudah semakin malam. Hyung Shik bertanya pada Soo Ho apa dia menemukan sesuatu? Tetapi Soo Ho tidak menemukan apapun. Hyung Shik jadi bingung karena harusnya mereka bisa menemukan kembaran itu terekam di pintu masuk terminal.
“Tapi… mereka benar-benar kembar, kan?” tanya Soo Ho ragu. Hyung Shik hanya menyuruhnya untuk terus mencari.
Dan di CCTV ada merekam seseorang yang mengenakan jaket denim dan topi keluar dari terminal.


Dan pria yang mengenakan jaket denim serta topi itu telah sampai di rumahnya. Dia melemparkan koper yang diterimanya ke sofa dan terlihat tangannya yang dibalut perban. Pria itu adalah Sung Hoon. Sung Hoon ingat saat dia mengambil koper tersebut dan saat dia melambaikan tangan pada Deuk Cheon saat menyuruhnya memindahkan mobil.
Sung Hoon melepaskan topi dan jaket denimnya. Dia berjalan ke lantai atas rumahnya.

Sung Joon di dalam sel mencoba meningat segala sesuatu. Dia teringat saat dia terbangun di tempat mirip RS dan saat itu ada seorang pria berwajah  mirip sepertinya menatapnya.
Deuk Cheon masih melihat CCTV hingga keesokan harinya. Hyung Shik menhampirinya dan mengajak Deuk Cheon untuk pergi melihat hasil tes DNA.
Deuk Cheon, Hyung Shik dan Soo Ho serta Jo Hye berkumpul untuk melihat hasil tes DNA. Dan DNA dari sampel darah yang ditemukan di dalam ambulans dari tersangka kasus penculikan Jang Soo Yeon dengan DNA tersangka yang ditangkan cocok 99.9%. Hal ini berarti mereka orang yang sama. Dan 3sidik jari yang ditemukan di ambulans, 100% mirip tersangka.
Deuk Cheon merasa sangat bingung. Kalau begitu, siapa pria yang dilihatnya? Jo Hye mengabaikannya dan menyuruh anggotanya untuk mengeluarkan surat penahanan.
Deuk Cheon mengejar Jo Hye yang berjalan pergi. Dia meminta pada Jo Hye untuk tidak menangkap Sung Joon karena jika Jo Hye menangkapnya  dan Sung Joon di adili, bagaimana dia bisa menemukan Soo Yeon? Mereka harus menemukan kaki tangan Sung Joon terlebih dahulu. Dia menegaskan kalau dia melihat kembaran Sung Joon.   Dan Sung Joo juga melihatnya bersama dengannya di terminal.
“Apa kau punya buktinya? Buktinya!” tanya Jo Hye sinis. Dia tersenyum dan menepuk pundak Deuk Cheon. “Kepala Jang, kenapa kau mudah tertipu begini? Kau benar-benar percaya kalau dia kehilangan ingatannya? Hasil DNA dan sidik jari semua mengarah padanya. Dia orang yang menculik Soo Yeon. Selain itu, dia di tangkap di tempat kejadian. Kaki tangan apa? Di mana kaki tangan yang sedang kau bicarakan?”
“Apa maksudmu yang aku lihat itu cuma imajinasiku saja?” tanya Deuk Cheon penuh amarah.
Jo Hye membenarkan dan menyuruh Deuk Cheon untuk berpikir lebih rasional. Deuk Cheon dengan suara bergetar menegaskan kalau dia tidak berbohong. Dia tidak tahu cara menjelaskannya tetapi dia yakin itu kaki tangan Sung Joon. Dia yang mengambil Soo Yeon. Dia bahkan berlutut di depan Jo Hye dan memohon agar Jo Hye menemukan Soo Yeon. Mereka tidak bisa menyerah seperti ini saja.
Jo Hye akhirnya berkata kalau dia akan menunda proses surat penangkapan. Deuk Cheon berterimakasih padanya.
Jo Hye melangkah pergi dan masuk ke dalam lift. Di dalam lift, dia memerintahkan anggotanya untuk menyiapkan tes gelombang otak dan juga siapkan pendeteksi kebohongan.


0 comments

Post a Comment

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.