Attention !!

Synopsis tidak bisa update secara teratur karena dibuat di sela-sela waktu author :)


Di karenakan sudah memasuki tugas akhir kuliah, synopsis Fox Summer tidak akan update teratur!


Hal ini karena author merupakan seorang pekerja di sebuah perusahaan swasta & juga mahasiswi di sebuah perguruan tinggi :)

Regards,


Translate / Terjemahkan

Monday, July 3, 2017

Sinopsis Drama Korea : DUEL Episode 10 - 1



Images by : OCN
Prolog :
Sung Joon yang menyamar menjadi Sung Hoon pergi bersama Gil Ho dengan membawa Soo Yeon ke rumah sakit. Saat mereka sedang menunggu lift, Gil Ho mencoba menelpon ponsel Sung Hoon dan heran karena Sung Hoon yang ada disampingnya tidak membawa ponsel. Sung Joon beralasan kalau dia lupa membawanya. Gil Ho merasa makin curiga dan meraba kantor celana Sung Joon dan tidak ada pistol disana.
“Kau Lee Sung Joon, kan?” tanya Gil Ho dan membuka baju Sung Joon secara paksa.
Di perut Sung Joon ada perban yang menutupi dan Gil Ho membukanya. Benar, tidak ada luka tembakan Deuk Cheon disana.
DUEL
Seorang suter melakukan penyutikkan pada Ketua dan melihat ke layar monitor. Dia memberitahu pada dokter kalau tidak ada penolakkan dari tubuh pasien.

Dokter menemui Aghassi dan memberitahu kalau injeksi yang dilakukan pada Ketua menunjukkan hasil positif dan mereka sudah melakukan penyuntikkan injeksi kedua. Aghassi merasa senang mendengarnya. Dokter lanjut memberitahu kalau mereka akan melanjutkan sampai injeksi ke empat. Aghass setuju dan merasa lega tetapi wajah Oppa terlihat tidak terlalu bahagia. Oppa menyuruh dokter agar memberitahukan perkembangan Ketua pada mereka setiap hari dan juga jika terjadi efek samping. Dokter mengerti dan pamit keluar.
Setelah oppa dan dokter keluar, Aghassi menghubungi seseorang dan bertanya apakah Jang Soo Yeon sudah dipindahkan? Dia juga memerintahkan untuk memeriksa kondisi Soo Yeon untuk jaga-jaga.
“Ngomong-ngomong, aku punya ide yang bagus,” ujar Aghassi dan tersenyum penuh arti.
Aghassi berada dalam mobil di basement dan dir. Han masuk ke dalam. Aghassi memerintahkan dir. Han agar membawa Sung Hoon padanya. Dia ingin memeriksa sesuatu yaitu daftar penerima donor organ. Dir. Han merasa ragu kalau Sung Hoon akan mau menemui Aghassi. Tetapi, Aghassi tidak peduli, Sung Hoon harus dibawa menemuinya dan jika dia menolak setelah mereka memberinya makan, pakaian, rumah maka kembalikan dia ke asalnya.
“Apa kau akan menempatkan dia kembali ke laboratorium penelitian Ketua?” tanya Dir. Han memastikan.
“Kau sudah gila? Untuk apa? Kita punya bangsal di ruang bawah tanah. Siapkan ruangan untukku dan buat persis seperti lab penelitiannya,” perintah Aghassi. Dir. Han mengerti tetapi untuk apa? “Kita akan mengambil organnya yang lainnya juga tidak berguna. Apa kau tidak penasaran, bagaimana perbedaan manusia normal dan yang tidak normal,” jawab Aghassi tersenyum.
Dan kita kembali ke adegan akhir episode 09 …
Sung Joon yang baru menyadari kalau disana ada monitor CCTV menjadi tegang. Apalagi Gil Ho bertanya keadaannya yang terluka dan harusnya tidak mati. Sung Joon berusaha berpikir. Gil Ho merasa heran karena Sung Hoon lama sekali menjawab pertanyaannya.
“Lukamu…” ujar Gil Ho curiga.


Sung Joon segera membuka jubah mandinya dan memperlihatkan sisi perutnya. Disana tertempel sebuah perban dan Sung Joon memberitahu kalau dia sudah mengobatinya. Gil Ho sedikit curiga tetapi tidak bertanya lebih lanjut. Gil Ho hendak beranjak ke dapur untuk mengambil minum, Sung Joon segera mengalihkan perhatian Gil Ho dengan bertanya siapa 2orang pria berpakaian hitam yang ada didepan? Dan saat perhatian Gil Ho teralih, Sung Joon segera mematikan layar monitor dan menekan tombol ‘talk’ hingga pembicaraan mereka terdengar di ruang bawah tanah. Deuk Cheon jadi bisa mendengar pembicaraan mereka.
“Aku tadinya ingin memberitahumu, Ketua mencarimu,” jawab Gil Ho.
Gil Ho menyuruh Sung Hoon yang sebenarnya adalah Sung Joon untuk bersiap- siap karena mereka terburu-buru. Sung Joon berusaha bersikap seperti Sung Hoon dan dengan dingin bertanya kenapa Ketua ingin menemuinya?
Sementara itu, dir. Han menyiapkan ruangan seperti yang diminta oleh Aghassi. Dia bahkan sudah menyiapkan pengikat ranjangnya.
Gil Ho menjawab kalau dia tidak tahu tapi sepertinya itu karena Park Dong Seul. Mendengar nama Dong Seul, membuat Sung Joon tertarik. Dia kemudian dengan gaya dingin menolak untuk bertemu dengan Ketua dan hanya ingin tahu di RS mana Jang Soo Yeon sekarang.
“Lee Sung Hoon, sadarlah. Yang memutuskan ini bukan kau, tapi Ketua. Apa kau tidak sadar kalau kau ini tidak bertanggung jawab? Tidak bisakah kau memahami situasi saat ini?” marah Gil Ho.
“Tidak! Akulah yang memutuskan siapa yang akan ku temui. Jawab saja pertanyaanku. Dimana Jang Soo Yeon sekarang?”
“Kenapa kau begitu terosebsi dengannya? Kenapa kau begitu putus asa mencari Jang Soo Yeon? Dia dengan Ketua sekarang. Karena itu jangan melawan dan ikut saja denganku.”
Deuk Cheon mendengar pembicaraan mereka dan menunggu dengan tegang.
Sung Joon sendiri segera bangkit dan beralasan akan menukar bajunya karna walaupun dia tidak mau ikut pasti Gil Ho akan menyeretnya. Gil Ho menyuruh Sung Hoon untuk berpakaian rapi karena dia juga harus menemui Aghasii.
Di dalam kamar, Sung Joon bertanya-tanya, siapa itu Aghassi? Sung Joon berusaha menyakinkan dirinya sendiri untuk berpura-pura sebentar lagi hingga dia bisa membawa Soo Yeon. Sung Joon bahkan melatih senyumnya agar mirip seperti senyum sinis dan dingin Sung Hoon.

Selesai bertukar pakaian, Sung  Joon mengajak Gil Ho untuk segera berangkat.
Merasa keadaan sudah aman, Deuk Cheon keluar dari ruang bawah tanah dan meninggalkan Sung Hoon yang masih terbaring dan terikat. Deuk Cheon buru-buru masuk ke mobilnya dan mengejar mobil Gil Ho.
Jo Hye teringat ancaman Kep. Jaksa yang akan mengirimnya kembali ke kampung halamannya dan beristirahat saja disana. Bong Seok masuk dan memberi laporan mengenai data yang dikumpulkannya pada tahun 1992-1993 ada sekitar 7laboratorium farmasi yang menggunakan uang dalam jumlah besar. Dua dari perusahaan itu memiliki peredaran uang gelap yang merupakan investasi yang di terima dari tahun sebelumnya. Salah satu perusahaan farmasinya, Ohmin dan Sanyoung.
“Sebentar, Sanyoung?” tanya Jo Hye memastikan.
“Ya. Jang Soo Yeon juga mendapat vaksin yang dibuat oleh Sanyoung sebelum di culik oleh Lee Sung Joon.”
Song Yi masuk dan memberi data dr. Lee Yong Sup yang diminta Jo Hye. Dan foto di data itu mirip dengan Lee Sung Joon. Bong Seok jadi penasaran dan ikut melihatnya. Jo Hye membaca data itu lebih lanjut dan dr. Lee sudah meninggal pada tahun 1993 dan penyebab kematiannya adalah IMA (penyebab yang sama seperti yang ditulis pada kematian palsu Joo Shik dan Dong Seul). Jo Hye tertawa tidak percaya membaca penyebab kematiannya. Jo Hye bertanya kepada Song Yi kenapa tidak ada data setelah tahun 1991. Song Yi memberitahu kalau itu karena dr. Lee berhenti dari RS Universitas Hanguk pada tahun 1991 dan dia benar-benar tidak bisa menemukan apapun lagi setelah itu. Dia sudah bertanya kepada rekan-rekan dr. Lee tetapi tidak ada yang tahu.
“Menurutku juga ada yang aneh. Pada tahun 1991, dia mengemukakan teori tentang vaksin sel induk. Hal ini menciptakan banyak desas desus pada saat itu, tapi dia akhirnya meninggalkan RS dan tidak ada yang tahu,” lanjut Song Yi.
“Dia bukan tidak melakukan sesuatu tetapi dia memastikan orang lain tidak mengetahuinya. Apa tidak ada sesuatu yang berhubungan dengan Lee Yong Sup dan Sanyoung?” tanya Jo Hye.
“Anda sedang berbicara tentang Sanyoung Pharmaceutical Company, kan?” tanya Song Yi memastikan, “Ah… ada sesuatu yang menghubungkan keduanya,” beritahu Song Yi.

Sung Joon dan Gil Ho tiba disebuah gedung. Deuk Cheon diam-diam mengikuti mereka tetapi dia tidak bisa masuk ke dalam. Deuk Cheon mengintip dari jendela pintu dan merasa heran karena banyaknya petugas keamanan di dalam gedung.
Sung Joon dan Gil Ho sedang menunggu lift. Di depan lift ada sebuah kaca dan Sung Joon malah berkaca dan merapikan penampilannya. Dalam kaca, dia kemudian melihat bayangan Sung Hoon dan dr. Lee. Dia kemudia mendapat sebuah ingatan.

Sung Hoon kecil berbaring dan memanggil-manggil Sung Joon. Sung Hoon memanggil Sung Joon dengan panggilan Hyung. Sung Hoon mengajak Sung Joon untuk bertukar pakaian tetapi Sung Hoon menolak karena dokter melarang mereka untuk tukar pakaian.
“Kenapa? Apa karena kita terlihat mirip?” tanya Sung Hoon.
“Ya, kau dan aku terlihat sangat mirip.”
“Itulah yang menyenangkan. Jika kita merahasiakannya, tidak ada yang akan tahu. Siapa aku dan siapa hyung-nya.”
(Nah… lho, kalau mereka benar-benar bertukar pakaian dan setelah itu mereka dipisah, bukankah Lee Sung Hoon yang kita kenal sebenarnya adalah Lee Sung Joon dan Lee Sung Joon yang kita kenal adalah Lee Sung Hoon? Tapi, itu jika mereka jadi bertukar pakaian).
Ingatan itu membuat Sung Joon merasa kepanasan hingga dia melepas kancing atas kemejanya. Gil Ho meliriknya heran dan bertanya ada apa? Sung Joon menjawab kalau tiba-tiba, dia merasa frustasi. Gil Ho kemudian memerintahkan para pengawal untuk berjaga di ruang bawah tanah sementara dia dan Sung Joon masuk ke dalam lift.
Di dalam lift, Sung Joon terus menarik kerah kemejanya. Gil Ho tersenyum dan bertanya apa dia sekarang merasa gugup? Sebelumnya, dia tidak penah melihat Sung Hoon merasa gugup. Lagipula, Sung Hoon sudah lama tidak bertemu dengan Ketua dan Aghassi sejak saat itu. Sudah 2tahun.  Sung Joon sebenarnya bingung tetapi dia membenarkan kalau sudah 2tahun sejak terakhir dia bertemu Ketua dan Aghassi.
“Tapi, hari itu…,” ujar Gil Ho semakin curiga. Tetapi, belum sempat dia menyelidiki kecurigaannya, pintu lift terbuka di lantai 3.
Di depannya berdiri banyak orang. Sung Joon bingung dan bertanya-tanya apa pria didepannya adalah Ketua? Gil Ho menyapa Dir. Han dengan sebutan Ketua dan itu membuat Sung Joon mengira kalau pria didepannya benar-benar Ketua. Sung Joon mengucapkan salam tetapi tidak menyebutkan kata Ketua.
Dir. Han menyuruh mereka cepat dan mengikutinya.
Sementara itu Sung Hoon yang terikat di ranjang berhasil membebaskan diri.

Sung Joon mengikuti langkah direktur Han. Lantai itu terlihat seperti lorong rumah sakit tetapi tidak terlihat satupun perawat ataupun dokter. Sung Joon berusaha menyakinkan dirinya untuk berakting sebentar lagi karena dia sudah akan bertemu dengan Soo Yeon.
“Kemana kita akan pergi?” tanya Sung Joon dingin seperti Sung Hoon, “Apa yang ingin kau lakukan padaku?” Tetapi, dir. Han tidak menjawab dan menyuruh Sung Hoon untuk mengikutinya saja. “Kenapa kau membawa Jang Soo Yeon tanpa memberitahuku? Dimana dia sekarang?”
Dir. Han menghampiri Sung Hoon (yang adalah Sung Joon). Dia mengeluarkan sesuatu di saku jasnya dan itu adalah sebuah tali. Dia menggunakan tali itu dan menjerat leher Sung Joon dengan erat. Dia memperingati Sung Hoon untuk tenang saja dan ikuti dia.
“Biarkan Jang Soo Yeon pergi,” ujar Sung Joon setelah jeratan tali di lepaskan.
“Kau masih tidak mengerti!” marah dir. Han dan hendak menjerat leher Sung Joon lagi.
“Lagipula kau tidak akan bisa membunuhku. Berhenti berakting,” ujar Sung Joon cepat. Dan itu menghentikan dir. Han. “Jika kau ingin membunuhku, kau tidak akan membawaku kesini. Kau akan membunuhku dirumah. Jika kau membawaku ke sini untuk mendapatkan sesuatu, kau harus menunjukkan ketulusanmu. Tunjukan dimana dia? Apa benar dia disini?”
Dir. Han tersenyum.
Dan ….

Sung Joon sudah berada di depan sebuah ruangan. Soo Yeon terbaring didalamnya. Sung Joon hendak membuka pintu ruangan Soo Yeon tetapi pintu itu terkunci. Dir. Han menyuruhnya untuk mengikutinya sekarang karena dia sudah menunjukkan Soo Yeon. Sung Joon menurut.
Deuk Cheon menghubungi teman-temannya tadi. Dan sekarang, Yoo Shik, Hyung Shik serta Soo Ho sudah berada bersamanya di dalam mobil. Yoo Shik meneropong dan bergumam heran karena lebih banyak penjaga daripada di RS ini. Dia yakin tempat itu pasti bukan RS. Dan Hyung Shik yakin kalau Soo Yeon pasti ada dalamnya. Soo Ho bertanya haruskah mereka masuk sekarang? Deuk Cheon melarang karena kalau mereka masuk sekarang, itu hanya akan menempatkan Soo Yeo dan Sung Joon dalam masalah. Mereka akan menunggu hingga ada sesuatu yang aneh.
Sung Joon dibawa masuk dan menemui Aghassi. Sung Joon menatap heran pada wanita di depannya dan bertanya-tanya apa itu Aghassi? Aghassi menyuruhnya duduk dan makan bersama.
“Sudah berapa lama ya?” tanya Aghassi.
Sung Joon teringat dengan ucapan Gil Ho di lift kalau sudah 2tahun sejak dia bertemu Aghassi terakhir kali, “Sudah lama sekali. 2tahun yang lalu,” jawab Sung Joon.
Aghassi memasang wajah terkejut dan berujar kalau waktu cepat sekali berlalu. Tetapi, itu tidak membuat Sung Hoon lupa tentang janji mereka kan? Sung Joon tentu tidak ingat karena dia bukan Sung Hoon.
Sung Hoon dalam keadaan terikat dan mengenakan pakaian rumah sakit, dibawa Dir. Han menemui Aghassi. Sung Hoon berusaha melawan tetapi dir. Han memukulnya. Aghassi memintany untuk tenang. Tetapi, Sung Hoon tetap memberontak dan dir. Han menggunakan talinya menjerat leher Sung Hoon. Dia memperingati Sung Hoon untuk tidak bergerak atau dia akan membunuhnya. Setelah Sung Hoon tenang, Dir. Han baru membuka lakban dimulutnya.
Aghassi duduk didepannya dan mulai bicara. Dia bertanya perasaan Lee Sung Hoon setelah lolos dari laboratorium penelitian Sanyoung? Sung Hoon menatap tajam padanya dan bertanya apa dia mengenalnya?
“Tentu. Kau disini karena kau lahir disini dan berhasil lolos 5tahun yang lalu, manusia kloningannya Sanyoung,” jawab Aghassi. “Karena bebas aku jadi sulit memanggilmu. Kau tampaknya selama ini kelaparan.”
Sung Hoon menjadi marah dan bertanya siapa sebenarnya Aghassi?
Aghassi tersenyum. “Aku seseorang yang bisa memberimu makanan dan yang bisa membuatmu hidup. Kau pasti sudah mengalami efek sampingnya. Kloningan cacat. Umurmu lebih singkat dan menyebabkan kau mati pada usia muda. Dalam situasi ini, apa kau akan dapat hidup sampai berusia 30tahun?? mungkin tidak.”
“Berhenti bicara omong kosong! Kau tidak dapat menyembuhkan penyakit. Kau mengunciku untuk menemukan vaksin penyakit.”
“Bagaimana jika ada vaksin?” ujar Aghassi. Sung Hoon terkejut mendengarnya. “Dokter Lee Yong Sup, haruskah aku menyebutkannya? Ada dia dan vaksinnya disini,” jelas Aghassi dan memberikan sebuah flashdisk. “Bantu aku menemukan vaksin itu. Aku secara finansial akan mendukung semua yang kau butuhkan.”
“Bagaimana aku percaya padamu?”
“Bahkan jika kau tidak percaya, kau harus menemukan vaksin itu. Apa kau tidak ingin hidup?”
Sung Hoon tertawa karena Aghassi tidak pernah tertarik dengan hidupnya. Aghassi menawarkan kesepatakan lain, kesepakatan untuk membalas dendam pada Sanyoung. Sung Hoon tercengang mendengar tawarannya dan bertanya siapa dia sebenarnya?
“Aku seseorang yang tidak ingin Ketua berhasil,” jawab Aghassi. “Bagaimana? Aku akan membantmu membalaskan dendam.”
Sung Hoon mengendarai mobilnya dengan marah. Dia menggumamkan sebuah nama : Park Jung Hyuk.


0 comments

Post a Comment

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.