Attention !!

Synopsis tidak bisa update secara teratur karena dibuat di sela-sela waktu author :)


Di karenakan sudah memasuki tugas akhir kuliah, synopsis Fox Summer tidak akan update teratur!


Hal ini karena author merupakan seorang pekerja di sebuah perusahaan swasta & juga mahasiswi di sebuah perguruan tinggi :)

Regards,


Translate / Terjemahkan

Tuesday, July 11, 2017

Sinopsis Drama Korea : DUEL Episode 11 - 1



Images by : OCN


Sung Hoon mencekik Deuk Cheon dengan penuh kemarahan. Dia mengingat saat dia meminta tolong pada Deuk Cheon dan orang-orag menariknya dan dr. Han pergi dari kantor polisi. Saat itu Sung Hoon kecil terus berteriak meminta tolong karena mereka tidak mengenal orang-orang tersebut tetapi Deuk Cheon tidak bergerak sama sekali menolongnya. Kita bisa melihat kalau saat itu sepertinya Deuk Cheon ingin menolong tetapi seorang rekan kerjanya memanggil untuk menangani kasus lain.
“Det. Cheon, aku diabaikan saat meminta bantuanmu,” marah Sung Hoon. “Seseorang yang sangat kusayangi tewas di jalanan. Aku harus melihat orang itu tewas di jalanan. Bisakah kamu membayangkan penderitaanku?”
Sung Hoon teringat saat dr. Han terkapar di jalanan setelah tertabrak dan dia saat itu hanya bisa menangis dan memohon agar dr. Han bangun.
Sung Hoon mencekik Deuk Cheon penuh dengan kebencian. Nafas Deuk Cheon mulai habis.
Di tempat lain,

dr. Han memberitahu pada Jo Hye kalau dialah yang menciptakan manusia kloning, Sung Joon dan Sung Hoon. Dia meminta Jo Hye untuk tetap merahasiakan apa yang telah dia katakan tadi dan mengenai tes rahasia San Young itu adalah rahasia yang tidak bisa diungkapkan pada dunia. Jo Hye tersenyum dan berkata kalau dia tidak menduga jika dr. Han akan memberitahu dia hingga sebanyak ini. Jo Hye juga memberitahu kalau dia datang hanya untuk memastikan kebenaran. Jo Hye kembali bertanya kenapa dr. Han mau memberitahunya hingga sebanyak ini? dr. Han menjawab dengan tenang kalau dia tahu jika Jo Hye tidak akan mau menjawab pertanyaannya jika dia tidak jujur.
“Lee Sung Joon dan Lee Sung Hoon, bagaimana kau tahu tentang keduanya?” tanya dr. Han penasaran.
“Itu bukan pertanyaan yang sulit. Mereka adalah pelaku kasus penculikan dan pembunuhan yang sedang ku selidiki. Tepatnya, salah satu dari mereka adalah pelakunya, dan yang satunya difitnah dan dalam pelarian polisi.”
dr. Han benar-benar kaget karena Sung Joon dan Sung Hoon masih hidup. Dia menangis penuh syukur karena keduanya masih hidup.
DUEL
Sung Hoon sudah hampir mencekik mati Deuk Cheon jika Sung Joon tidak tiba-tiba datang dan memukul kepala belakang Sung Hoon dengan kayu. Deuk Cheon yang sudah terbebas dari Sung Hoon hendak segera menangkap Sung Hoon tetapi Sung Joon mengingatkan Deuk Cheon untuk membawa pergi Soo Yeon dulu dari sini dan dia yang akan mengawasi Sung Hoon. Deuk Cheon setuju dan menyuruh Sung Joon untuk menunggu disana dengan Sung Hoon yang pingsan.
Deuk Cheon segera masuk ke dalam mobil.

Tetapi, setelah Deuk Cheon pergi, Sung Hoon bangkit dan mulai menghajar Sung Joon. Dia sangat marah karena Sung Joon mengganggu apa yang dilakukannya. Sung Joon berteriak memberitahu kalau dia sudah ingat semuanya. Mereka saudara. Dia meminta Sung Hoon untuk berhenti dan jangan menyakiti orang-orang lagi.
“Kenapa aku tidak boleh menyakiti orang-orang? Kenapa aku harus menjadi satu-satunya yang menderita?” marah Sung Hoon. “Kenapa aku harus menjadi satu-satunya yang tersiksa?”

Sung Hoon mengingat saat di bawa kembali ke tempat penelitian. Saat dia diikat di ranjang dan tubuhnya di teliti. Sung Hoon sangat marah mengingat saat-saat itu dan menghajar Sung Joon terus menerus. Sung Joon kemudian melihat ada bekas seperti lubang suntikan besar di punggung Sung Hoon. Dia benar-benar terkejut.
Sung Hoon membantingnya dan menyuruh Sung Joon untuk tidak menyentuh tubuhnya. Tiba-tiba, Sung Hoon merasakan sakit di perutnya yang bekas operasi Sung Joon dan hal itu membuat Sung Joon merasa cemas jika lukanya terbuka lagi. Sung Hoon marah dan tidak mengizinkan Sung Joon mendekat padanya. Sung Joon memberitahu pada Sung Hoon kalau orang-orang yang dia temui hari ini, Aghassi dan yang lainnya, berusaha untuk membunuh Sung Hoon. Dia benar-benar khawatir kenapa mereka melakukan hal itu pada Sung Hoon berada di pihak yang sama pada mereka.
Sung Hoon tidak mau menjawab dan kembali memukul Sung Joon. Sung Joon meminta maaf dan mengajak agar Sung Hoon ikut dengannya. Sung Hoon benar-benar muak dengan semua perkataan Sung Joon. Sung Joon benar-benar frustasi mengingat Sung Hoon yang sangat berubah dibandingkan dulu, padahal dia mengira selama ini Sung Hoon tinggal dengan dr. Han.

Perkataan itu membuat Sung Hoon teringat saat dia dan dr. Han dulu melarikan diri dari mobil-mobil yang membawa mereka tetapi pada akhirnya mobil itu menabrak mereka dan dr. Han mendorongnya ke samping hingga hanya dr. Han yang mati.
“Dia meninggal,” beritahu Sung Hoon penuh kesedihan. “Kubilang dia sudah meninggal!”

Sung Joon benar-benar terkejut mengetahui hal tersebut. Sung Hoon mengarahkan pistolnya ke Sung Joon. Sung Hoon teringat saat mereka berpisah saat masih kecil dan saat itu Sung Joon berjanji padanya akan menemukan Sung Hoon dimanapu Sung Hoon berada dan tunggu dia. Tangan Sung Hoon gemetar mengingat hal itu.

Mi Rae dirumah merasa sangat cemas karena Deuk Cheon dan Sung Joon yang belum juga kembali. Ik Hong sampai bingung melihatnya dan meminta Mi Rae untuk tenang. Tidak lama, bel rumah berbunyi. Itu Deuk Cheon yang membawa pulang Soo Yeon yang tertidur karena pengaruh obat bius. Mi Rae dan Ik Hong terkejut karena Deuk Cheon berhasil membawa pulang Soo Yeon.
Deuk Cheon meletakkan Soo Yeon di tempat tidur dan meminta pada Mi Rae dan Ik Hong untuk menjaga Soo Yeon sebentar karena dia hendak pergi lagi untuk menjemput Sung Joon.
Sung Hoon mengendarai mobilnya pergi dari sana. Dia teringat saat Sung Joon memberitahu kalau Aghassi berusaha membunuhnya. Sung Hoon benar-benar marah.
Dan bagaimana Sung Joon?
Sung Joon sudah dibawa pulang oleh Deuk Cheon ke tempat Mi Rae dan Ik Hong. Mi Rae mulai mengobat luka pukulan di tubuh Sung Joon. Deuk Cheon sendiri merasa lega karena Soo Yeon sudah kembali kepadanya.
Sung Joon membuka pembicaraan kepada Deuk Cheon dengan meminta tolong pada Deuk Cheon untuk tidak melakukan apapun pada Sung Hoon sekarang. Deuk Cheon tentu merasa sedikit keberatan. Sung Joon memohon dan mengingatkan kalau dia sudah membantu menemukan Soo Yeon dan sekarang dia hanya minta diberikan sedikit waktu.
Deuk Cheon sedikit memikirkan hal itu. Dia teringat saat Sung Hoon mencekiknya penuh kemarahan karena tidak membantunya dulu. Deuk Cheon akhirnya setuju untuk memberi sedikit waktu dan dia juga menasehati Sung Joon untuk hati-hati. Sung Joon berterimakasih dan dia juga yakin Sung Hoon tidak akan mengganggu Soo Yeon lagi.
Soo Yeon terbangun dan berjalan keluar dari kamar. Dia melihat Deuk Cheon di ruang tamu dan memanggilnya. Deuk Cheon segera memeluknya dan menangis bahagia karena bisa bersama lagi.
“Putri siapa kamu?” tanya Deuk Cheon sambil menatap Soo Yeon.
“Putri ayah,” jawab Soo Yeon.
Mereka benar-benar bahagia karena bertemu lagi. Ik Hong, Mi Rae dan Sung Joon memandang terharu melihat pertemuan anak dan ayah kembali.
Hari sudah malam,
Mi Rae lanjut mengobati Sung Joon. Dia menasehati Sung Joon agar tidak terpukul lagi lain kali. Dia tahu kalau Sung Joon pasti membiarkan Sung Hoon memukulnya dan tidak memukul balik. Mi Rae kemudian bertanya bagaimana cara Sung Joon bisa pergi dari sana dan bahkan diijinkan membawa Soo Yeon? Sung Joon mulai menceritakan semuanya kalau mereka sebenarnya bukan mencari organ dr. Lee tetapi vaksin. Mi Rae terkejut dan bertanya apa itu berarti vaksin yang dicari mereka bisa saja menyembuhkan Sung Joon dan Sung Hoon. Sung Joon membenarkan tetapi dia hanya mengingat dr. Lee memberikan vaksin pada seseorang dan dia tidak ingat kepada siapa vaksin diberikan.
Jo Hye mengadakan rapat dengan Bong Seok dan Song Yi. Bong Seok memberikan hasil penyelidikannya terhadap dr. Han Yu Ra seperti yang diperintahkan oleh Jo Hye. Dia memberitahu kalau dr. Han Yu Ra sempat menghilang selama 12tahun setelah kematian suaminya pada tahun 1993.
“Dahulu dia anggota tim penelitian sel punca di Universitan John Hopkins di Amerika. Setelah kematian suaminya, dia berhenti bekerja di sana, dan kembali ke Korea. Dan dia tidak melakukan apapun sejak itu,” tambah Song Yi. “Tapi pada tahun 2005, 12 tahun setelah itu, dia menjadi kepala Lab Penelitian Sanyoung.”
Jo Hye menyimpulkan kalau itu berarti dr. Han melakukan penelitian ilegal selama 12tahun. Bong Seok menambahkan kalau dia bingung kenapa dr. Han dan dr. Lee harus melakukan banyak penelitian? Tetapi, tidak ada yang tahu jawabannya. Bong Seok juga memberitahu kalau dua bulan sebelum dr. Han menjadi kepala Lab Penelitian Sanyoung, dia mengalami kecelakaan mobil dan harus dirawat selama 1bulan. Tapi, tuntutan terhadap pelaku ditangguhkan dan dalam prosesnya sepertinya ada tekanan dari Kejaksaan. Song Yi memberitahu kalau jaksa yang menangani kasus itu adalah Woo Byung Cheon, Kepala Jaksa sekarang. Jo Hye benar-benar tidak menduga hal itu.
Sung Joon masih terjaga sampai malam. Dia teringat kemarahan Sung Hoon dan juga bekas suntikan dipunggung Sung Hoon. Dia bertanya-tanya apakah Sung Hoon dijadikan eksperimen lagi? Dia juga teringat saat Sung Hoon mengarahkan pistol padanya dan pada akhirnya menembak ke arah lain dan kemudian berlalu pergi dengan penuh kemarahan dan kesedihan. Sung Joon benar-benar merasa khawatir dan bersalah pada Deuk Cheon.
Deuk Cheon keluar dari kamar dan menyapa Sung Joon yang belum tidur. Mereka kemudian mulai berbincang. Deuk Cheon bertanya kapan Sung Joon dan Sung Hoon dulu berpisah?
“Itu 12tahun yang lalu. Tahun 2005.”
Deuk Cheon lanjut bertanya apa setelah mereka berpisah, Sung Joon tidak tahu sama sekali kabar mengenai Sung Hoon? Sung Joon membenarkan tetapi dia rasa Sung Hoon tidak bahagia.    Sung Joon balik bertanya kenapa Deuk Cheon tiba-tiba bertanya hal itu? Deuk Cheon tidak menjawab dan pamit kembali ke kamar Soo Yeon. Sebelum dia masuk ke kamar, dia bergumam berterimakasih karena sudah membantunya menemukan Soo Yeon dan dia akan membalas jasanya nanti.



Deuk Cheon mencuci wajahnya di kamar mandi. Deuk Cheon mulai mengingat saat 12tahun lalu, ada seorang wanita dan seorang anak pria kecil yang datang ke kantor polisi dan meminta bantuannya. Saat itu, wanita itu meminta bantuannya untuk mengantarkan mereka ke Seoul atau suatu tempat yang jauh dari sini. Deuk Cheon merasa bingung dan wanita itu memberitahu kalau seseorang mengejar mereka. Wanita itu benar-benar memohon tetapi Deuk Cheon tetap bingung karena tidak tahu apa yang terjadi. Sung Hoon kecil menggenggam tangannya dan memohon. Deuk Cheon merasa tidak tega dan memutuskan untuk menolong mereka. Tetapi, saat mereka hendak keluar dari kantor polisi, Woo Byung Cheon menghentikan mereka. Byung Cheon menunjukkan identitasnya yang adalah jaksa dan mengajak berbicara Deuk Cheon sebentar. Dia memberitahu Deuk Cheon kalau wanita dan anak laki-laki itu adalah korban dari kasus yang ditanganinya dan  karena shock mereka mengalami delusi bahwa seseorang mengejar mereka. Dan karena itu, dia hendak membawa mereka ke RS tetapi mereka malah kabur dan ke kantor polisi. Deuk Cheon sebenarnya sedikit ragu tetapi mencoba percaya. Saat itu, wanita itu berteriak kalau apa yang dikatakan Byung Cheon adalah bohong tetapi Deuk Cheon tidak mendengarkan mereka dan membiarkan mereka dibawa pergi oleh Byung Cheon walaupun Sung Hoon berteriak-teriak meminta tolong. Deuk Cheon sepertinya menyesal mengingat hal itu.

dr. Han diruangan kerjanya memandang fotonya bersama dengan dr. Lee dan bertanya apa dia mengambil  keputusan yang benar? dr. Han mengingat saat dia benar-benar terpuruk karena kehilangan dr. Lee. Saat itu, Ketua menemuinya.
Lamunannya terbuyar ketika salah seolah dokter masuk dan memberitahu kalau Ketua sudah sadar dan sekarang mencari dr. Han
Ketua sudah sadar dan bahkan terlihat sehat. Aghassi dan oppa-nya datang dan merasa senang karena ayahnya sudah sadar. Oppa sendiri terlihat tidak terlalu gembira.
dr. Han masuk menemui Ketua. Ketua segera meminta semuanya untuk keluar karena dia mau bicara dengan dr. Han.
Deuk Cheon terus menjaga Soo Yeon hingga pagi hari. Soo Yeon sudah bangun dan memanggil Deuk Cheon. Dia merasa takut kalau semua ini adalah mimpi. Deuk Cheon menyakinkannya kalau ini bukanlah mimpi. Soo Yeon merasa lega mendengarnya dan kembali tidur.
Yoo Shik menelpon Deuk Cheon. Dia hendak membahas mengenai Gil Ho yang mereka tangkap kemaren. Dia memberitahu Deuk Cheon kalau Gil Ho sudah dibebaskan karena Kepala tadi datang dan menyuruh mereka agar melepaskannya. Dia merasa kalau ada yang aneh. Deuk Cheon merasa heran juga dan bertanya mengenai RS yang dia minta Yoo Shi selidiki, RS yang kemaren mereka kunjungi dan memiliki banyak penjaga.
“Pemilik asli rumah sakit itu adalah Park Seo Ji Eun (Aghassi - mulai sekarang author panggil saja namanya, Ji Eun). Dia putri bungsu Park Sanyoung (Ketua), CEO Perusahaan Farmasi Sanyoung,” beritahu Yoo Shik.
Deuk Cheon tentu terkejut mendengarnya. Yoo Shik juga merasa aneh karena tempat Soo Yeon menerima injeksi kan juga RS Sanyoung dan itu berarti semuanya saling terkait. Dia merasa ada yang mencurigakan. Deuk Cheon juga merasa aneh dan meminta bantuan Yoo Shik lagi untuk mencari siapa penanggungjawab Perusahaan Farmasi Sanyoung? Yoo Shik mengerti.
Hyung Shik dan Soo Ho yang ada disebelah Yoo Shik mengingatkan untuk bertanya mengenai penculik Soo Yeon. Deuk Cheon menjawab kalau mereka tidak harus terburu-buru dan lebih baik memeriksa semuanya. Yoo Shik mengerti.
Mereka mulai membahas mengenai Soo Yeon dan Deuk Cheon memberitahu kalau Soo Yeon baik-baik saja. Semuanya merasa senang mendengarnya.  


0 comments

Post a Comment

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.