Attention !!

Synopsis tidak bisa update secara teratur karena dibuat di sela-sela waktu author :)


Di karenakan sudah memasuki tugas akhir kuliah, synopsis Fox Summer tidak akan update teratur!


Hal ini karena author merupakan seorang pekerja di sebuah perusahaan swasta & juga mahasiswi di sebuah perguruan tinggi :)

Regards,


Translate / Terjemahkan

Wednesday, July 12, 2017

Sinopsis Drama Korea : DUEL Episode 11 - 2



Images by : OCN
Gil Ho yang sudah bebas segera menghubungi Sung Hoon dan bertanya posisinya. Sung Hoon memberitahu kalau dia ada di rumah. Gil Ho meminta Sung Hoon untuk menunggunya karena dia hendak bertemu.


dr. Han bicara berdua dengan Ketua. Mereka mulai mengingat saat Ketua menemuinya saat dulu dr. Han sudah sadar dari koma-nya setelah tertabrak 1bulan yang lalu. Saat itu, Ketua menyalahkan dirinya sendiri karena dia hanya meminta anak buahnya untuk menakuti dr. Han tetapi mereka malah hampir membunuh dr. Han. Saat itu, dr. Han tidak suka melihatnya dia merasa marah dan berteriak kalau Ketua bukan manusia karena membuatnya menciptakan klona suami nya dengan tangannya sendiri. Tetapi, Ketua tidak merasa bersalah karena itu salah dr. Han sendiri karena terlambat mengetahui hal itu. dr. Han merasa malah dan tidak ingin bekerja lagi dengan Ketua. Ketua tidak masalah tetapi dia menyarankan dr. Han tetap bekerja padanya untuk menyelamatkan Sung Hoon.
“Saat kamu tidak sadar, rintangan menjadi klona, penuaan organ-organ telah dimulai,” beritahu Ketua. “Menurut tim peneliti, itu akan berlangsung lebih cepat karena terjadi lebih awal. Kamu yang lebih tahu tentang hal ini.”
Dr. Han benar-benar marah karena dia tahu kalau Ketua tidak peduli dengan klona tetapi hanya peduli dengan penelitian sel punca. Ketua membenarkan tetapi dia tetap peduli dengan klona karena dia sudah menghabiskan banyak sekali uang untuk membuat mereka. Dan dia memberitahu kalau klona itu hanya tersisa satu. Dr. Han terkejut mendengarnya.
“Aku sangat prihatin memberitahu ini kepadamu. Tapi dia tewas secara tidak sengaja saat kabur dengan temanmu. Kamu tahu, Lee Sung Joon.”
dr. Han shock mendengarnya. Dia benar-benar merasa bersalah karena membiarkan Sung Joon pergi dengan temannya. Ketua membujuknya agar menemukan vaksin itu karena itu tidak hanya berfungsi untuk menyelamatkannya tetapi juga Sung Hoon. Dr. Han tidak punya pilihan selain setuju.
Ketua berbasa-basi karena dr. Han telah menyelamatlan hidupnya.  Dr. Han memberitahu kalau dia melakukannya semua demi Sung Hoon, dia harus menemukan vaksin itu. Dia mengingatkan kesepatakan mereka. Tetapi, Ketua malah memberitahu kalau Sung Hoon telah kabur. Dr. Han merasa marah mendengarnya karena dia sudah tahu bahwa mereka melakukan sesuatu pada Sung Hoon. Dr. Han mencoba tenang dan berkata karena Sung Hoon hilang tidak ada alasan lagi baginya untuk tetap di Sanyoung. Ketua tidak terima dan memberitahu kalau dr. Han harus tetap di Sanyoung karena dia sudah menyita semua vaksin yang diteliti oleh dr. Han. Jadi, jika dr. Han ingin menyelamatkan Sung Hoon, dia harus tetap tinggal dan menyelesaikan penelitiannya.
Gil Ho tiba dirumah Sung Hoon. Dia bersikap biasa tetapi, diam-diam, dia mengambil pistol yang ada di laci Sung Hoon dan mengarahkannya pada Sung Hoon. Tetapi, Sung Hoon tidak merasa takut sama sekali. Dia malah dengan sinis menyatakan kalau Gil Ho telah mengacaukan semua rencana mereka. Gil Ho tersinggung dan memberitahu kalau Sung Joon memiliki vaksin aslinya. Sung Hoon terkejut mendengarnya. Gil Ho malah senang karena Sung Hoon tidak mengaetahui apapun mengenai informasi tersebut. Suasana di antara mereka sekarang mulai menegang. Gil Ho dengan tegas menyatakan kalau mereka tidak membutuhkan Sung Hoon lagi karena mereka sudah tidak perlu daftar naam penerima organ. Sung Hoon tidak masalah dengan hal itu karena di yakin kalau Ketua tetap memerlukannya.


Gil Ho benar-benar marah dan menembakkan pistolnya. Tetapi… ternyata pistol itu kosong. Sung Hoon segera memanfaatkan kesempatan dan menghajar jatuh Gil Ho. Dia juga menyuntik Gil Ho dan merebut pistol dari tangan Gil Ho. Gil Ho terjatuh ke lantai dan Sung Hoon mengisi pistol dengan peluru. Keadaan berbalik. Dengan dingin, Sung Hoon meminta Gil Ho memberitahu seperti apa vaksin yang asli.
Jo Hye, Bong Seok dan Song Yi pergi ke RS tempat Ketua di rawat. Mereka datang dengan tujuan untuk menyelidiki penelitian 24tahun yang lalu. Sebenarnya, Bong Seok sedikit cemas karena mereka datang tanpa membawa surat perintah. Jo Hye menenangkan karena mereka datang ke sini hanya untuk memastikan sesuatu.
Dan benar…
Kepala Jaksa menghubungi Jo Hye setelah tahu Jo Hye ke RS Ketua. Jo Hye tertawa tidak percaya. Kini dia sudah yakin.

Gil Ho memberitahu kalau Sung Joon memiliki memori dr. Lee. Sung Hoon tertawa tidak percaya karena Sung Joon benar-benar memiliki ingatan dr. Lee. Gil Ho tertawa sinis karena Ketua mengira kalau Sung Hoon-lah yang memiliki ingatan itu tetapi jika dia memberitahu bahwa Sung Joon-lah yang memiliki ingatan itu maka Sung Hoon sudah tidak berguna. Sung Hoon tidak gentar karena Gil Ho pasti tidak akan bisa memberitahu Ketua karena…. DOR!!! Sung Hoon menembak mati Gil Ho.
Sung Hoon mengambil ponsel Gil Ho dan menghubungi dir. Han. Dia memberitahu kalau Gil Ho mengalami masalah kesehatan dan karena itu jika ada yang ingin dibicarakan hubungi dia secara langsung.
Sung Joon membelikan banyak baju untuk Soo Yeon. Dan Mi Rae membelikan sebuah ponsel untuk Soo Yeon. Soo Yeon sangat senang dan berterimakasih pada Mi Rae dan Sung Joon. Dia sudah tahu kalau Sung Joon dan Sung Hoon adalah dua orang yang berbeda.
Sung Joon kemudian protes pada Soo Yeon karena memanggilnya dengan sebutan ‘ahjussi’ sementara memenggil Mi Rae dengan panggilan ‘noona’ padahal dia lebih muda. Mi Rae terkejut mendengarnya dan jadi penasaran dengan umur Sung Joon. Sung Joon berusaha mengalihkan tetapi Deuk Cheon menjawab kalau umur Sung Joon adalah 24tahun. Mi Rae benar-benar terkejut karena Sung Joon lebih muda 3tahun darinya dan selama ini dia sudah bicara dengan sopan sementara Sung Joon bicara dengan ‘banmal’. Deuk Cheon menengahi kalau perbedaan 3tahun itu tidak masalah jika harus bicara banmal.
Sung Joon segera mengalihkan dengan mengajak Soo Yeon makan ice cream. Deuk Cheon segera melarang karena Soo Yeon tidak boleh makan ice cream. Soo Yeon langsung protes karena sekarang dia kan sudah sehat. Mi Rae dan Sung Joon juga berusaha membujuk dan akhirnya Deuk Cheon mengalah. Akhirnya, Mi Rae, Sung Joon, Ik Hong dan Deuk Cheon serta Soo Yeon pergi bersama untuk makan dan bersenang-senang.

Mereka pergi dengan menggunakan mobil yang dipinjam Sung Joon dari Gi Dong. Sung Joon dengan jujur memberitahu kalau mobil Mi Rae rusak karena di tabrak dari belakang dan sekarang sedang di perbaiki. Mi Rae tentu merasa kesal karena dia kan sudah suruh berhati-hati. Sung Joon meminta maaf dan berkata kalau dia akan meminjamkan mobil Gi Dong dalam jangka panjang. Mi Rae akhirnya berusaha mengerti dan tidak lagi marah.

Mereka menghabiskan waktu bersama dengan penuh kegembiraan. Soo Yeon bahkan belajar menaiki sepeda.
Selesai menghabiskan waktu, Soo Yeon memberitahu keinginan selanjutnya. Dia ingin pulang ke rumah bersama Deuk Cheon.

Jo Hye pulang ke kantor dan ternyata Kepala Jaksa sudah menunggu di ruangannya. Jo Hye berusaha tenang dan bahkan berbasa-basi. Kepala Jaksa datang untuk memberitahu kalau Jo Hye tidak jadi pulang kampung dan dia akan mengirimnya ke Unit Operasi Khusus yang sama saja dengan kenaikan jabatan.
Jo Hye tersenyum sinis dan memuji Sanyoung yang benar-benar memiliki kekuasaan hingga Kepala Jaksa mau datang menemuinya secara langsung. Kepala Jaksa tidak suka mendengarnya dan menyuruh Jo Hye untuk memanfaatkannya apa yang diberikannya. Dia kemudian pamit pergi.
“Tunggu sebentar, pak. Daripada kuterima tawaran itu, aku menginginkan hal lain,” ujar Jo Hye, “Aku ingin Anda mengembalikan posisi Kepala Jang.”   
(untuk lebih dimengerti, Kepala Jaksa awalnya sudah memecat Jo Hye dengan istilah ‘pulang kampung’ dan Jo Hye jelas tidak mau terima untuk di pecat setelah susah payah meraih posisi hingga sekarang. Karena itu, dia berusaha mencari hal yang membuat kasus Soo Yeon ini bukan hanya sekedar penculikan dan pembunuhan, dan pada akhirnya dia berhasil menemukan kalau pelaku kasus itu, Lee Sung Hoon dan Lee Sung Joon adalah manusia kloning. Jo Hye menggali lebih dalam dan akhirnya menemukan hal lebih besar lagi bahwa manusia kloning tersebut memiliki kertekaitan dengan penelitian ilegal 24tahun yang lalu dan juga dengan perusahaan Sanyoung. Ditambah lagi, Kepala Jaksa ikut terlibat di dalamnya. Karena itu, untuk memastikan keterlibatan Kepala Jaksa, dia sengaja pergi ke RS untuk menemui Ketua terkait masalah penelitian ilegal itu, tujuan sebenarnya hanya untuk membuktikan dugaannya terkait keterkaitan Kepala Jaksa. Dan ternyata benar, saat tahu dia hendak menyelidiki Sanyong, Kepala Jaksa langsung menghubunginya dan bahkan membatalkan pemecatan dan mengangkat jabatannya hanya untuk mencegahnya menyelidiki Sanyoung).


Soo Yeon pulang dengan digendong oleh Deuk Cheon. Mereka saling berbincang - bincang dalam perjalanan hingga sampai ke depan rumah. Deuk Cheon hendak membuka pintu rumah tetapi Soo Yeon memanggilnya dan memberitahu kalau kepalanya terasa pusing.

Di tempat Ik Hong, Sung Joon tiba-tiba mendapat ingatan. Vaksin yang asli di berikan dr. Lee kepada perawat Ryu. Mi Rae terkejut mendengarnya.
Soo Yeon terjatuh pingsan dan Deuk Cheon segera menangkap tubuhnya. Deuk Cheon benar-benar cemas dan takut.

0 comments

Post a Comment

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.