Attention !!

Synopsis tidak bisa update secara teratur karena dibuat di sela-sela waktu author :)


Di karenakan sudah memasuki tugas akhir kuliah, synopsis Fox Summer tidak akan update teratur!


Hal ini karena author merupakan seorang pekerja di sebuah perusahaan swasta & juga mahasiswi di sebuah perguruan tinggi :)

Regards,


Translate / Terjemahkan

Monday, July 17, 2017

Sinopsis Drama Korea : DUEL Episode 12 - 1



Images by : OCN
Tahun 1993, Penelitian sel punca pluripoten dilakukan.
Tahun 1994, dua klona manusia diciptakan.
Episode 12

Mi Rae berdua bersama dengan Sung Joon dirumah sementara Deuk Cheon pulang bersama dengan Soo Yeon. Suasana terasa canggung bagi Mi Rae dan Sung Joon karena hanya berdua. Sung Joon yang merasa canggung hendak beranjak tetapi tiba-tiba dia merasakan sakit di dadanya. Mi Rae segera mengambilkan obat penahan sakit pada Sung Joon. Dan Sung Joon tiba-tiba merasakan kilasan ingatan dr. Lee. Dan itu ingatan saat dr. Lee memberikan vaksin yang asli pada perawat Ryu, ibu Mi Rae.
“Vaksin yang asli diberikan pada ibumu,” ujar Sung Joon pada Mi Rae.
Deuk Cheon sudah membawa Soo Yeon ke rumah sakit. Dia merasa sangat cemas karena kondisi Soo Yeon yang memburuk. Dokter masuk dan memberitahu hasil pemeriksaan atas kondisi Soo Yeon, yaitu dia sudah sembuh dari leukimia karena pengobatan injeksi sel punca, namun, mereka menemukan adanya tumor di hati dan paru-paru Soo Yeon. Dan itu adalah tumor panas.
Deuk Cheon jelas terkejut. Dia tidak percaya akan hasil tersebut. Tetapi, dokter memberitahu lebih lanjut kalau pemeriksaan menemukan tumor tersebut telah menyebar ke seluruh tubuhnya. Dan mereka menduga kalau itu semua karena efek samping dari pengobatan sel punca. Deuk Cheon benar-benar shock. Dia mulai teringat penjelasan dokter sebelum Soo Yeon menjalani pengobatan sel punca bahwa mungkin akan ada efek samping atau kegagalan tetapi saat itu dia tidak mempermasalahkan hal itu, asalkan Soo Yeon bisa sembuh.
“Waktunya mungkin tersisa satu bulan,” beritahu dokter lebih lanjut, “mungkin bisa kurang dari itu.”
Deuk Cheon benar-benar terpukul. Dia memohon agar dokter menolong anaknya. Tetapi, dokter hanya bisa minta maaf karena tidak ada yang bisa dilakukan.
Deuk Cheon menatap Soo Yeon yang masih belum sadar. Dia menangis putus asa.
DUEL
Jo Hye mengingat pertemuannya dengan Kepala Jaksa dulu di ruang interogasi atas permintaan Kep. Jaksa (dan juga kamera di ruang interogasi sudah dimatikan).

Saat itu, Kepala Jaksa menyuruhnya untuk menghentikan penyelidikan kasus Ahn Hae Joo (silahkan baca episode 01, ini kasus pertama yang dibahas mengenai penculikan anak dan memang ada yang ganjal dari kasus ini) karena mereka kan sudah menemukan mayat sang anak yang diculik dan penculiknya. Saat itu, Jo Hye juga tidak bersedia untuk menghentikan kasus itu tetapi Kep. Jaksa memaksanya. Jo Hye mencoba menolak dengan halus bahwa detektif yang terlibat juga pasti tidak mau berhenti. Kep. Jaksa tersenyum sinis dan memberitahu kalau itulah alasan kenapa dia memasangkan Jo Hye dengan Deuk Cheon.
“Kali pertama pasti terasa sulit. Kedua, pasti mudah,” ujar Kep. Jaksa.
Jo Hye terkejut mendengarnya. Dia mengerti maksud dari Kep. Jaksa. Dia mulai ingat dulu, sepertinya menurut author, dia dengan Deuk Cheon pernah menutupi sebuah kasus dan membuat seseorang yang tidak bersalah menjadi bersalah. Orang itu jelas tidak terima, dan akhirnya malah menyandera istri Deuk Cheon dan pada akhirnya istri Deuk Cheon terbunuh karena hal itu. Mungkin itu alasan mengapa Deuk Cheon sangat membenci Jo Hye.
Kep. Jaksa menyerahkan sebuah buku tabungan dan menyuruh Jo Hye untuk menutup mulut Deuk Cheon. Itu uang suap agar mereka menghentikan kasus tersebut.
“Berapa lama aku harus melakukan tugas kotor ini untukmu?” tanya Jo Hye sinis.
Kep. Jaksa hanya tersenyum sinis. Mereka saling sindir menyindir. Dan kita tahu, pada akhirnya, Jo Hye tetap melaksanakan tugas dari Kep. Jaksa.
Jo Hye mengingat semua itu dan mencurigai sesuatu. Semua kasus penculikan Soo Yeon, semua bermula dari kasus itu. Dia segera menghampiri Bong Seok dan Song Yi. Dia mengingatkan mereka mengenai kasus penculikan Hae Joo, anak dari Ahn Jae Dong. Dia ingin mereka mencari tahu keterkaitan Jae Dong dengan perusahaan Farmasi Sanyoung dan itu tugas untuk Song Yi. Sementara Bong Seok, cari keterkaitan antara Kepala Jaksa Woo dan Sanyoung.
Bong Seok jelas kaget dan menanyakan ulang perintah Jo Hye untuk memastikan. Jo Hye membenarkan. Bong Seok lanjut bertanya dengan heran karena kalau Jo Hye melakukan hal ini sama saja dengan mencari perkara dengan Kep. Jaksa dan juga kenapa dia harus meminta Kep. Jaksa untuk mengembalikan posisi Deuk Cheon?

Deuk Cheon masih menunggui Soo Yeon. Soo Yeon sudah tersadar dan bertanya dengan heran kenapa dia ada di rumah sakit? Deuk Cheon berbohong kalau mereka ke RS untuk menjalani tes untuk memeriksa kesehatannya. Dan mereka harus menginap beberapa hari. Soo Yeon mengerti tetapi, dia merasa ngantuk dan meminta izin untuk tidur lagi. Deuk Cheon dengan sabar menyuruh Soo Yeon untuk tidur dan bermimpi indah.
Sung Joon dan Mi Rae menemuinya. Sepertinya, mereka sudah mendengar mengenai kondisi Soo Yeon.
Deuk Cheon berbicara dengan mereka di koridor. Dan Sung Joon serta Mi Rae sudah menjelaskan kalau alasan penculikan Soo Yeon sepertinya terkait dengan vaksin. Dan vaksin itu bisa menyelamatkan Soo Yeon. Terus, vaksin itu diberikan dr. Lee pada ibu Mi Rae, 24tahun yang lalu. Deuk Cheon merasa senang mendengarnya dan mendapatkan secercah harapan. Tetapi, masalahnya, Mi Rae tidak pernah mendengar ataupun melihat vaksin itu selama ibunnya masih hidup. Deuk Cheon mencoba optimis karena mereka bisa mencarinya dan menemukannya.
Jo Hye memberitahu Bong Seok alasannya mengembalikan posisi Deuk Cheon hanyalah untuk melunasi utangnya. Utang yang sudah sangat lama. Dan juga, dia membutuhkan Deuk Cheon sekarang ini.
“Selama kami memiliki motif yang sama, tidak ada rekan sehebat Kepala Jang.”
Kantor Polisi Jungbuk
Deuk Cheon sudah kembali masuk karena posisinya yang sudah dikembalikan. Semua rekannya segera menyambutnya setelah dia menghilang beberapa lama. Mereka juga memberikan ucapan selamat padanya karena sudah berhasil menemukan Soo Yeon.  

Deuk Cheon menuju meja kerjanya dan mengenakan tanda pengenal kepolisiannya. Hyung Shik dan Soo Ho menghampirinya. Mereka mulai membahas mengenai Jo Hye yang mengembalikan posisi Deuk Cheon dan meminta mereka agar tidak mengungkit masalah penculikan Soo Yeon. Deuk Cheon juga merasa heran. Hyung Shik menduga kalau itu perintah dari ‘orang atas’ karena tuntutan pembunuhan sudah dicabut dan juga keterlibatan Deuk Cheon dalam pelarian Sung Joon tidak diungkapkan. Soo Ho lanjut memberitahu kalau sebelumnya Jo Hye sudah dipecat dan karena itu mereka bisa kembali tetapi pemberhentiannya kemudian dibatalkan. Deuk Cheon sendiri juga bingung tetapi dia hanya menjawab kalau mereka juga akan mengetahui alasannya nanti.

Deuk Cheon segera meminta untuk rapat. Dia memberitahu Hyung Shik dan Soo Ho kalau mereka akan mulai menyelidiki penculik Soo Yeon. Yoo Shik yang berada tidak jauh dari sana, mendekat dan meminta untuk diikutsertakan. Deuk Cheon mengerti. Dia mulai melanjutkan rapat dan memberitahu mengenai vaksin yang diberikan kepada perawat Ryu 24tahun lalu. Dan itulah fokus penyelidikan mereka. Deuk Cheon memberikan arahan demi arahan pada Hyung Shik dan Soo Ho. Dan Yoo Shik mendengarkan dengan seksama.

Sung Joon dan Mi Rae memberitahu Ik Hong kondisi Soo Yeon kini dan Ik Hong jelas terkejut. Sung Joon kemudian memberitahu pertanyaan yang sudah disimpannya dari kemaren dan tidak berani di katakannya di depan Deuk Cheon, hal ini mengenai Soo Yeon yang sebelumnya sudah pernah menerima pengobatana sel punca dari Sanyoung dan pulih tetapi malah mengalami efek samping. Jadi, apa vaksin dr. Lee benar-benar bisa menyembuhkan Soo Yeon dan tidak ada efek samping? Mi Rae juga tidak tahu tetapi dia lihat di dokumen ibunya kalau penelitian tersebut sudah hampir selesai. Ik Hong kemudian memberitahu kalau dia punya beberapa teman yang bekerja dibidang tersebut dan mereka mengatakan kalau vaksin itu adalah vaksin yang sempurna tetapi, dia tidak bisa memberitahu siapa sumbernya.
Mereka mulai membahas siapa saja orang yang dekat dengan ibu Mi Rae yang mungkin bisa tahu mengenai vaksin itu. Tetapi, Mi Rae juga tidak tahu karena ibunya tidak punya teman dekat. Ik Hong angkat suara dan memberitahu kalau dia tahu salah satu pasien ibu Mi Rae dulu. Mi Rae jelas kaget karena Ik Hong bisa tahu pasien ibunya. Ik Hong lebih bingung lagi karena melihat mereka kaget, kan mereka dulu pernah menemui orang itu bersama, Kim Hye Jin, pasien ibu Mi Rae, yang ketika mereka bertemu, dia menusuk dirinya sendiri dengan pulpen. Sung Joon dan Mi Rae baru teringat.
Hyung Shik memberikan dokumen identitas Ryu Jung Sook, ibu Mi Rae pada Deuk Cheon. Tidak lama kemudian, Deuk Cheon mendapat telpon dari Sung Joon yang memberitahu mengenai Kim Hye Jin.

dr. Han pergi ke kantor jaksa menemui Jo Hye. Jo Hye segera menyambutnya dan meminta Bong Seok dan Song Yi untuk keluar. Setelah ruangan kosong, Jo Hye mulai berbincang dengan dr. Han. dr. Han segera to the point, dia datang untuk menanyakan dimana Sung Joon dan Sung Hoon dan sebagai gantinya dia akan memberikan apapun yang diinginkan Jo Hye. Tetapi, Jo Hye juga tidak tahu dimana Sung Joon dan Sung Hoon.
“Katakan kepadaku semua yang kau ketahui. Semuanya,” perintah Jo Hye.
“Kenapa aku harus melakukannya?”
“Aku juga tidak memintanya secara gratis. Aku juga akan memberikan semuanya. Apapun yang kamu inginkan, kamu bisa mendapatkannya,” tawar Jo Hye.
Ik Hong dalam perjalanan ke RS Jiwa bersama Mi Rae, Sung Joon dan Deuk Cheon. Mi Rae mulai bertanya alasan kenapa dr. Lee memberikan vaksin satu-satunya pada ibunya. Tetapi, tentu saja tidak ada yang tahu.
Kembali ke pembicaraan Jo Hye dan dr. Han.
“Bagaimana kamu akan memberikan apa yang ku inginkan? Kamu tidak tahu apa yang ku inginkan,” jawab dr. Han.
“Aku melihat catatan kecelakaanmu 12tahun lalu. Kamu mau pergi dari Sanyoung, bukan? Aku akan menghancurkan Sanyoung untukmu. Apakah itu jawaban yang memuaskan?”
“Bagaimana aku bisa percaya itu? Jika kamu lihat catatan kecelakaan itu, kamu pasti tahu kenapa aku tidak memercayai jaksa,” tegas dr. Han.
“Woo Byung Cheon. Saat itu, dia seorang jaksa, tapi kini dia adalah kepala jaksa. Aku ingin menghancurkannya juga. Untuk melakukan itu, aku harus menghancurkan Sanyoung lebih dahulu. Kamu mau berada di pihakku sekarang, dokter Han Yu Ra?”
Ik Hong dan rombongan sudah tiba di RSJ. Tetapi, Sung Joon merasa berat untuk menemui Hye Jin karena teringat apa yang dilakukan Hye Jin terakhir kali saat melihat wajahnya. Tetapi, Deuk Cheon mengira kalau Sung Joon merasa sakit tetapi Ik Hong segera menjelaskan pada Deuk Cheon mengenai kedatangan mereka waktu itu dan Hye Jin yang langsung histeris begitu melihat Sung Joon. Mi Rae akhirnya menyarankan kalau sebaiknya Sung Joon menunggu saja di ruang tunggu dan biar mereka yang menemuinya. Ik Hong setuju dan dia juga memilih menunggu dengan Sung Joon karena jantungnya terasa lemah jika mengingat kejadian saat itu.
Deuk Cheon berjalan bersama dengan Mi Rae. Dia mulai bertanya keadaan Sung Joon yang sebenarnya karena Sung Joon kan juga juga mencari vaksin itu dan dia juga terus menerus merasakan sakit di dadanya. Mi Rae ragu untuk memberitahu tetapi Deuk Cheon memaksanya.
“Dia tidak akan berumur panjang,” beritahu Mi Rae.
Deuk Cheon benar-benar bingung mendengarnya. Dia bertanya alasannya tetapi Mi Rae tidak kunjung memberitahu. “Karena dia seorang klona?” tebak Deuk Cheon.
Sung Joon menunggu bersama dengan Ik Hong diruang tunggu. Ik Hong membuka pembicaraan dengan berbasa-basi dan dengan ragu bertanya apa Sung Joon seorang klona? Ik Hong sendiri merasa tidak sopan menanyakan hal itu tetapi Sung Joon tidak mempermasalahkannya. Ik Hong mulai berceloteh menanyakan ini itu mengenai Sung Joon dan dr. Lee. Dan apa benar Sung Joon mempunyai ingatan dr. Lee? Sung Joon menjawabnya dengan ramah dan membenarkan semua pertanyaan Ik Hong.
“Aku tahu kamu seorang klona karena mereka memberitahuku,” ujar Ik Hong, “Aku sama sekali tidak menganggapmu aneh sebelum itu. Percaya kepadaku. Kami tidak akan tahu jika kamu tidak memberitahu kami. Kita sama. Seorang manusia dan klona manusia,” semangati Ik Hong. Sung Joon tersenyum mendengarnya.
Dokter mengantar Mi Rae dan Deuk Cheon menemui Hye Jin yang berada di taman. Dokter memberitahu kalau dia mengizinkan mereka menemui Hye Jin karena reaksi Hye Jin saat melihat Mi Rae waktu itu sangat baik tetapi karena shock kejadian itu, Hye Jin tidak ingat sama sekali kalau Mi Rae sudah pernah datang sebelumnya. Mi Rae terkejut tetapi tidak mempermasalahkannya. Setelah mengantar mereka ke Hye Jin, dokter pamit pergi.
Mi Rae bersama dengan Deuk Cheon berbicara dengan Hye Jin. Dan Hye Jin benar-benar tidak mengingat Mi Rae, sehingga Mi Rae memperkenalkan dirinya yang adalah putri dari Ryu Jung Sook. Mi Rae juga memperkenalkan Deuk Cheon sebagai kenalannya yang ingin tahu sesuatu tentang ibunya. Hye Jin sedikit bingung. Deuk Cheon segera memberitahu kalau mereka mencari suatu barang milik Jung Sook dan mungkin Hye Jin tahu. Mi Rae mulai mendekat dan dengan ramah bertanya pada Hye Jin mengenai ibunya. Hye Jin tersenyum sumringah dan mulai menceritakan mengenai Jung Sook yang sering menemuinya dan bahkan menangis di tempat tidurnya saat mengira dia sudah tidur. Jung Sook menangis karena merindukan putrinya, Mi Rae. Mi Rae jelas merasa heran mendengarnya.
Deuk Cheon akhirnya to the point dan mulai bertanya apa Hye Jin tahu sesuatu mengenai vaksin? Hye Jin berusaha mengingat dan membenarkan dia tahu. Tetapi, kepalanya terasa sakit mengingat vaksini itu.
“Terkutuk vaksin itu,” maki Hye Jin, “Vaksin itu, terkutuk!! Cepat lakukan. Cepat!!” Hye Jin menjadi histeris. Perawat yang berada di sebelahnya segera menenangkan dengan memasang headset untuk mendengarkan musik.
Setelah itu, perawat meminta Mi Rae dan Deuk Cheon untuk segera pergi.
Sung Hoon dirumahnya. Dia melihat luka di perutnya dan teringat kecemasan Sung Joon padanya saat itu. Sung Hoon merasa marah. Tetapi, dia juga bertanya-tanya kenapa mereka tidak datang untuk menangkapnya padahal mereka kan sudah tahu rumahnya.
“Aku menunggu mereka dengan sabar,” senyum sinis Sung Hoon. Dia juga menyiapkan pistolnya.

0 comments

Post a Comment

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.