Attention !!

Synopsis tidak bisa update secara teratur karena dibuat di sela-sela waktu author :)


Di karenakan sudah memasuki tugas akhir kuliah, synopsis Fox Summer tidak akan update teratur!


Hal ini karena author merupakan seorang pekerja di sebuah perusahaan swasta & juga mahasiswi di sebuah perguruan tinggi :)

Regards,


Translate / Terjemahkan

Friday, July 28, 2017

Sinopsis Drama Korea : DUEL Episode 16- 2 END



Images by : OCN
Batuk Ketua semakin parah. Ketua berusaha men-sugesti dirinya sendiri kalau dia bisa bertahan sedikit lagi.
Sung Hoon ternyata pergi ke RS. Dia menyerang orang-orang Ketua yang berjaga di depan ruangan Ketua dan masuk serta menondongkan pistolnya ke kepala ketua. Ketua tentu kaget melihat Sung Hoon yang berada didepannya.
“Dimana kau menyembunyikan Sung Joon? Katakan!” perintah Sung Hoon.
Mendengar pertanyaan Sung Hoon, Ketua jadi menyadari kalau yang berada di laboratorium adalah Sung Joon. Lee Sung Joon masih hidup. Dia mulai mengejek Sung Hoon yang menunjukkan kasih sayangnya pada sung Hoon. Dia juga tidak takut dengan pistol Sung Hoon karena toh dia juga sudah sekarat.
“Tidak. Kau akan melakukan apapun untuk hidup. Kau tidak akan menyerah dengan mudah. Kau ingin hidup selama mungkin,” ujar Sung Hoon.
“Kau benar. Aku tidak pernah berniat untuk menyerah, karena itu, katakan padaku. Apa mungkin… yang mengambil sumsum tulang itu kau … atau Lee Sung Joon?”
Dan Sung Hoon menjawab kalau dia lah yang mengambil sumsum itu dan menyuntikkannya ke dalam tubuhnya. Dia dengan tegas memberitahu kalau orang-orang Ketua sudah salah membawa orang. Ketua tentu masih ragu tetapi Sung Hoon dengan percaya diri, memberitahu kalau dia tahu sumsum itu dari anak kesayangan Ketua. Seo Ji lah yang menyuruhnya untuk mengambil sumsum tulang itu dan memberitahu lokasinya.

Tepat saat itu, anak-anak buah Ketua masuk dan menondongkan pistol pada Sung Hoon. Sung Hoon segera menggunakan Ketua menjadi sandera. Sung Hoon menyuruh mereka untuk membebaskan Sung Joon atau jika tidak dia akan menembak mati Ketua. Tetapi, Ketua tidak takut. Dia menyuruh anak buahnya untuk membunuh Lee Sung Joon jika dia mati.
“Jika kau khawatir padanya, kenapa kau tidak membiarkan kami membawamu. Aku tidak tertarik dengan Lee Sung Joon. Yang ku butuhkan hanyalah vaksin itu. Aku akan membuatnya lebih mudah. Telepon direktur Lee,” tawar Ketua dan perintahnya pada anak buahnya.


Anak buah Ketua segera menghubungi dir. Lee dengan video call. Dir. Lee tentu terkejut melihat Ketua yang disandera tetapi Ketua menyuruhnya untuk memperlihatkan situasi disana saja. Dir. Lee mengerti dan memperlihatkan Sung Joon yangmula hendak di ambil sumsum tulangnya dalam keadaan sadar. Melihat hal itu, membuat Sung Hoon teringat dengan masa kecilnya saat menjalani hal yang sama.
Sung Hoon benar-benar tidak tega melihatnya dan menyuruh mereka untuk berhenti. Tetapi Ketua tidak peduli dan menyuruh mereka melanjutkan. Akhirnya, Sung Hoon menyerah pada Ketua dan menyetujui tawaran Ketua tadi. Ketua langsun menyuruh pada dokter untuk melepaskan Sung Joon. Dan Sung Joon sudah dalam keadaan tidak sadar karena dibius.
Sung Hoon akhirnya melepaskan pistolnya dan para anak buah Ketua segera bergerak menangkapnya.
Sung Joon dibawa masuk ke dalam mobil dan dibawa pergi dari sana.
Sung Hoon diikat dan dibuat dalam keadaan berlutut di depan Ketua. Ketua sendiri mulai menghina Sung Hoon. Dan lebih parahnya, dia menelpon dir. Lee untuk tidak jadi melepaskan Sung Joon tetapi bawa dia ke tim peneliti. Mereka akan menjadikan Sung Joon menjadi objek penelitian medis. Sung Hoon tentu merasa marah mendengarnya.
“Aku… belajar hal baru,” ujar Sung Hoon.
“Apa itu?” tanya Ketua sinis.
“Tidak ada gunanya mengatakan itu pada orang sepertimu,” jawab Sung Hoon tersenyum sinis. “Ini menarik. Kau selalu mudah untuk di prediksi. Dasar bajingan kotor!”



Mobil dir. Lee dalam perjalanan menuju laboratorium. Tetapi, anehnya ada sebuah mobil yang membututi mereka. Dan itu adalah Deuk Cheon. Deuk Cheon melajukan mobilnya ke depan mobil dir. Lee dan mencegat mereka. Dia juga menembak mereka tetapi tetap kalah. Mereka juga sampai tertabrak mobil yang melintas. Tetapi, Deuk Cheon tidak menyerah. Dia tetap melawan hingga dia yang menang dan bisa menyelamatkan Sung Joon. Dia segera membawa pergi Sung Joon yang tidak sadarkan diri.
Di tempat Ketua,
Para dokter sudah datang untuk mengambil sumsum tulang Sung Hoon. Ketua terus menerus batuk dan hal itu membuat dirinya panik sendiri. Dia menyuruh dokter untuk mengambil sumsum Sung Hoon sekaran juga.
“Tidak peduli apa kau mengambil sumsum tulangku atau tidak, lagipula kau akan segera mati,” beritahu Sung Hoon.
Flashback
Sebelum menemui Ketua, Sung Hoon ternyata pergi ke RS. Dia menemui Mi Rae yang sedang menjaga Soo Yeon. Mi Rae tentu kaget saat melihatnya karena mengira Sung Hoon datang untuk menculik Soo Yeon. Tetapi, tanpa disangka, Sung Hoon mengembalikan sumsum itu padanya.
“Kenapa?” tanya Mi Rae pada Sung Hoon yang beranjak  pergi.
“Aku hanya… menemukan cara untuk hidup seperti manusia normal.”
Flashback END
Deuk Cheon dalam perjalanan pergi ke RS kembali dengan Sung Joon. Dan bagaimana Deuk Cheon bisa mengetahui posisi Sung Joon?
Flashback
Saat di RS, Sung Hoon menemuinya dengan menondongkan pistol pada Deuk Cheon. Deuk Cheon tidak merasa takut dan malah bertanya apa yang sudah dilakukan Sung Hoon pada Sung Joon. Sung Hoon memberitahu kalau Sung Joon dibawa pergi oleh Park Sanyoung yang mengira kalau itu dirinya. Dia mungkin membawa Sung Joon ke laboratorim dimana dia dikurung selama 12tahun.
Flashback END
Dan itulah cara Deuk Cheon menemukan Sung Joon.


Di tempat Ketua,
Ketua benar-benar marah mendengarnya. Tetapi, yang lebih mengejutkan ternyata Sung Hoon telah menyiapkan sesuatu untuk membuka borgolnya dan saat borgol terlepas, dia segera berlari menyayat leher Ketua dengan pisau yang disembunyikannya.


Sung Hoon tersenyum penuh kemenangan tetapi senyum itu tidak bertahan lama, karena dia langsung di tembak mati beberapa kali oleh anak buah Ketua.
“Sung Joon…” lirih Sung Hoon dan dia tewas.
Sung Joon yang tidak sadarkan diri seperti dapat merasakan Sung Hoon yang meninggal. Dia meneteskan air matanya.
Deuk Cheon memanggil-manggil Soo Yeon dan Soo Yeon sudah sadar. Deuk Cheon merasa lega melihatnya dan berterimakasih pada Soo Yeon yang bisa bertahan. Soo Yeon kemudian bertanya kenapa ayahnya mengenakan baju pasien dan Deuk Cheon menjawab kalau dia hanya terluka kecil saat melawan penjahat. Dan dia sudah sembuh sekarang. Mereka saling tersenyum.

Sung Joon berada diruang rawat. Mi Rae menjaganya dan memberitahu kalau Soo Yeon sudah sadar. Sung Joon berterimakasih pada Mi Rae.  Mi Rae kemudian membahas mengenai Sung Hoon yang awalnya merasa marah pada dunia dan orang - orang yang memperlakukannya seperti manusia kloning. Karena itu dia mulai membalas dendam dan membunuh orang-orang. Tetapi, dia kemudian menyadari bahwa dia jauh lebih buruk dari semuanya sehingga dia mengobati dirinya. Dia ingin hidup seperti manusia dan karena itu Sung Hoon memilih mati sebagai manusia. Sung Joon menangis mendengarnya.
Kantor Polisi Jungbuk
Deuk Cheon mulai bekerja dan mengarahkan team-nya untuk membekuk suatu tempat.

Petinggi datang dan protes kepada Jo Hye karena berusaha menyentuh Sanyoung, apalagi sekarang Kep. Jaksa belum kembali (menghilang). Dia menegaskan kalau Ketua baru saja meninggal dan orang-orang masih berduka.
“Itu akan menjadi kritikan,” jawab Jo Hye.
“Kitalah yang akan menjadi target kritikan publik! Informasi apa yang kau punya? Kenapa kau ingin menggeledak dan menyita Perusahaan Sanyoung… karena omonganmu yang tidak masuk akal tentang manusia kloningan itu?”
“Pak, itu bukan omong kosong,” jawab Jo Hye tegas.

Dia memperlihatkan foto tubuh dr. Lee yang berada di dalam peti dan foto Lee Sung Hoon yang tewas. Petinggi tentu merasa terkejut melihatnya.
Flashback
Foto dr. Lee itu diberikan oleh Deuk Cheon. Dia juga memberitahu posisi tubuh itu yang berada di bawah tanah laboratorium. Jo Hye berterimakasih. Tetapi, Deuk Cheon menegaskan kalau dia memberikan itu bukan karena percaya ataupun membantu Jo Hye, dia hanya ingin melihat apa yang akan Jo Hye lakukan dengan itu.
Flashback END
Jo Hye menjelaskan kepada Petinggi mengenai dr. Lee dan Lee Sung Hoon. Itu bukti kalau mereka manusia kloningan. Dia juga memberitahu mengenai Ahn Jae Dong yang mengkloningkan anaknya. Petinggi mulai goyah dan memutuskan untuk mengeluarkan surat perintah penggeledahan untuk Jo Hye. Dia meminta Jo Hye untuk menuntaskan semuanya. Jo Hye mengerti.
Jo Hye teringat kalau dia berjanji pada Deuk Cheon kalau dia akan menghancurkan Sanyoung.

Jo Hye dan Deuk Cheon tiba di Sanyoung. Mereka mulai melakukan penggeledahan dan penyitaan barang-barang Sanyoung.

Sementara itu, Song Yi dan Bong Seok pergi untuk menangkap Seo Ji. Seo Ji jelas protes karna dia kan sudah dibebaskan oleh jaksa Choi. Bong Seok dengan tenang menjawab kalau mereka bukan membebaskannya saat itu tetapi mereka menyelidikinya tanpa mengurung Seo Ji. Mereka juga tahu kalau Seo Ji berniat melarikan diri ke Amerika. Song Yi segera mengambil passport di tangan Seo Ji dan Bong Seok memborgolnya dengan tuduhan terlibat dalam pembunuhan.
Hyung Shik dan Soo Ho pergi menangkap oppa (Park Seo Ryong). Dia jelas memberontak tetapi Deuk Cheon memberitahu tuduhannya yaitu karena telah menyimpan mayat dan melanggar hukum. Dia juga membacakan hak-hak-nya.
1tahun Kemudian…
Seorang gadis kecil membawa seikat bunga ke depan altar Lee Sung Hoon. Itu adalah Soo Yeon.
“Ahjussi… apa ahjussi bahagia di atas surga sana? Ibuku juga disana. Tapi… aku bisa melihat ahjussi dari sosok paman Sung Joon setiap hari, tapi terkadang aku masih merindukanmu.”

Saat itu, Deuk Cheon, Mi Rae dan Sung Joon masuk. Mereka juga berbicara di depan altar Sung Hoon. Terutama Sung Joon yang meminta maaf karena tidak bisa menepati janjinya untuk selalu menjaga Sung Hoon.
Mereka dalam perjalanan pulang. Deuk Cheon membuka pembicaraan dengan bertanya apakah Sung Joon masih bingung mengenai dirinya sendiri dan bagaimana harus menjalani hidup. Sung Joon tersenyum dan menjawab kalau dia sudah tidak memikirkannya lagi. Dia hanya akan terus hidup dan membantu orang sebisa mungkin serta menerima bantuan orang ketika membutuhkannya. Deuk Cheon memujinya yang sudah dewasa.

Sung Joon kemudian membuka pintu kaca mobil dan memgeluarkan tangannya. Dia merasakan angin seperti yang di ajarkan oleh dr. Han. Dia juga mengajak Soo Yeon untuk merasakan angin.



Yeayyy!!! Terimakasih bagi para readers dan viewers yang sudah mau mampir ^^
Akhirnya DUEL tamat juga… Terimakasih untuk akting luar biasa para pemain DUEL.
Drama DUEL ini sepertinya kurang menarik minat para readers ya?? hahaha.. soalnya viewersnya jauh berbeda jika dibandingkan dengan TUNNEL dan VOICE. Tapi, bisa di maklumi karena DUEL ceritanya lebih berat dan juga alur maju mundur yang lumayan. Misterinya sendiri juga ngejelimet. Dan untuk endingnya, author merasa ini adalah hal terbaik. Lebih baik bagi Sung Hoon untuk meninggal karena jikapun dia hidup, author khawatir dia akan menghabiskan sisa hidupnya di penjara karena pembunuhan yang telah dilakukannya. Sung Hoon ini benar-benar kasihan, dari kecil dia sudah di laboratorium dan selama 12tahun dijadikan eksperimen. Jika dia harus menghabiskan hidupnya di penjara, maka itu sangat memprihatinkan. TETAPI… bagaimanapun, author tetap tidak setuju dengan yang namanya pembunuhan. Dan untuk Ketua sendiri, author kurang puas karena dia meninggal hanya dengan cara seperti itu. Harusnya dia dibuat meninggal seperti yang di alami Mo Tae Gu, di VOICE. Dan untuk hubungan Jo Hye dengan Deuk Cheon yang tidak baik, author sampai sekarang tidak mengerti sebenarnya bagaimana awal mulanya karena kita hanya di perjelasin singkat saja.
DUEL sendiri drama yang cukup berani untuk mengambil tema yang jarang di angkat. Manusia kloning. Walapun terdapat banyak hole di dalam drama ini, tetap ada hal yang bisa di ambil sebagai amanatnya. Jangan sampai ada di antara kita yang memiliki pemikiran seperti Ketua, mencoba hidup abadi dan menciptakan manusia.
 

0 comments

Post a Comment

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.