Sinopsis K- Drama : EXIT Episode 1 – 2 ( part 2 )



 Network: SBS



Kang Soo menerima kertas yang disodorkan kepadanya. Dan setelah agak ragu sejenak untuk menanda tanganin itu atau tidak. Kang Soo memilih untuk tidak menanda tanganin kontrak tersebut.



Diluar gedung. Kang Soo tiba- tiba mendapatkan telpon dari Hong Ki Chul yang mengabarkan kalau Han Seong Gu telah ketemu.



Kang Soo datang ke sebuah tempat. Ia menyeret seorang pria (Seong Gu) sambil mengeluh tentang hidupnya. “Aku tidak bisa memperbarui kehidupanku yang sekarang. Tidak ada yang pernah berjalan sesuai keinginanku. Pak Han, Ibuku kabur saat aku masih bayi dan Ayahku memukuliku setiap kali dia mabuk. Tapi setelah aku mampu membela diri, dia malah sakit dan aku yang harus merawatnya.”



Kang Soo membawa Seong Gu ke area parkiran. Lalu melemparkan Seong Gu kedinding. Masih tetap bercerita, mengeluhkan hidupnya. “Ditambah lagi, saking banyaknya hutangku, aku tidak akan pernah sanggup untuk melunasinya. Hutang itu warisan dari Ayahku.”



Selesai mengeluhkan hidupnya, Kang Soo  mengambil sebuah pisau kecil dan menyuruh Seong Gu untuk membunuhnya. Tentu saja, Seong Gu tidak mau membunuh Kang Soo.



Namun Kang Soo menaruh pisau itu ditangan Seong Gu dan memaksanya. Dan melihat darah yang dikeluarkan oleh Kang Soo karena pisau itu. Maka Seong Gu menjadi ketakutan dan berkata bahwa ia akan melunasi hutangnya.



Setelah mendengar itu, Kang Soo pun berdiri dan ia menjatuhkan pisau kecil itu. Tampak ditangannya mengalir banyak darah.



Boss memuji hasil kerja Kang Soo dan berjanji akan memberikan uang yang banyak kepada Kang Soo nantinya. Lalu ia menyuruh agar Kang Soo membawakan uang itu besok ke  kantornya.



Dikantor. Setelah selesai berbicara. Kang Soo terduduk sambil menghela nafas. Lalu karena penasaran, ia membuka tas yang didapatkannya. Terlihat tas tersebut berisikan uang kertas yang sangat banyak.

Kang Soo lalu melirik kearah lemari penyimpanan uang milik CEO Hwang Tae Bok.




Kang Soo keluar dan memakai helmnya. Ia menaiki motornya dan pergi darisana. Pas disaat itu wanita berbaju biru kemarin datang dan masuk kedalam kantor. Didalam kegelapan ia membongkar lemari dan laci yang ada, mencari sesuatu.



Saat Kang Soo kembali kekantor dan menyalakan lampu. Wanita itu tampak kaget, lalu ia menyuruh Kang Soo untuk pergi, kecuali bila Kang Soo ingin mengadukannya.



Kang Soo tidak pergi. Ia mengingatkan bahwa itu semua percuma.  Tapi wanita itu berteriak dan menyuruh agar Kang Soo pergi. Sehingga Kang Soo pun lalu menunjukan tas berisi uang yang dibawanya.



“Menurutmu aku tidak pernah berniat melakukan ini? Aku juga berniat mencuri uang ini agar bisa kabur. Tapi itu sia- sia, karena tidak akan ada yang berubah. Memangnya kamu tidak tau orang seperti apa pak Hwang? Dia akan mengejarmu kemanapun sampai mendapatkanmu. Melakukan ini tidak akan mengubah apapun,” kata Kang Soo, mengingatkan.


Wanita itu mulai berkaca- kaca dan bertanya apa ia harus tetap hidup seperti ini selamanya.



Disupermarket. Wanita itu minum bir, sedangkan Kang Soo makan mie. Dan setelah selesai minum, wanita itu keluar dari supermarket. Lalu Kang Soo mengikutinya.



Diluar supermarket. Mereka melihat sebuah poster wanita bergaun hitam yang sangat cantik Musical Anna Karenina.

“Kamu punya impian? Impianku sejak dulu ingin tampil dipertunjukan musikal semacam itu. Katakan, kamu pasti tidak pernah memimpikan hidup seperti ini. Apa impianmu?” tanya wanita itu kepada Kang Soo.




“Aku ingin bahagia,” jawab Kang Soo, sederhana.

Wanita itu berkomentar kalau Kang Soo tidak akan pernah bahagia, setelah itu dia ingin pergi. Lalu dengan baik, Kang Soo menawarkan diri untuk mengantarnya. Tapi wanita itu malah menepis tangan Kang Soo dan marah, ia menyuruh Kang Soo untuk sadar, karena Kang Soo hanyalah pegawai pacarnya.



Kang Soo lalu membiarkan wanita itu berjalan pergi. Tapi baru sebentar saja, wanita itu terjatuh, saking mabuknya. Dan pada akhirnya Kang Soo yang tidak tega, memboceng wanita itu menaiki motornya.



Sialnya. Pada saat menaiki motor, Kang Soo yang mengebut tanpa sengaja bertabrakan dengan sebuah mobil dibelokan. Dan semua uang dalam tasnya, terjatuh berhamburan.



Dirumah. Ayah meminum obatnya, ia masih tampak kesakitan. Lalu ia mengingat saat dokter memberitahu bahwa ia menderita kanker dan harus segera dioperasi.


“Aku tidak pantas menjalani operasi agar bisa hidup lebih lama. Dosaku sudah terlalu banyak,” kata Ayah, menolak.



Ayah memperhatikan kertas kecil yang ia terima. Lee In Sook. 153 Daeheung- ro, Mapo-gu, Seoul. Lalu Ayah memeprhatikan jam di dinding yang telah menunjukan jam 1 pagi. Dan tiba- tiba telpon rumahnya berbunyi.



Ayah datang kerumah sakit. Ia tampak sangat panik, khawatir, dan cemas dengan keadaan Kang Soo. Disana ia membaca keterangan di layar, Ruang bedah pusat. Area terlarang. Informasi pasien, Do Kang Soo, sedang dioperasi.

“Kang Soo! Kang Soo! Kang Soo!” panggil Ayah. Ia menangis sedih.



Pandangan tampak terbalik. “Dia harus hidup miskin dan menderita karena diriku. Apakah putraku benar- benar bisa bahagia?” tanya Ayah dalam hatinya.



Kang Soo terbangun dengan agak sedikit pusing. Ia memegangi kepalanya. Lalu Ayah datang dan menanyak keadaannya. Tapi bukannya menjawab, Kang Soo pun menanyakan dimana wanita itu (Seon Young).

“Ada orang yang menemanimu? Ayah tidak tahu,”  kata Ayah, heran dan bingung.



Menyadari keberadaannya, Kang Soo bangun dan melepaskan infus ditangannya. Ayah yang melihat itu, meminta agar Kang Soo banyak beristirahat, karena kata dokter Kang Soo terkena gegar otak.



“Ayah punya uang? Aku mesti membayar ini. Beban hidupku sudah banyak. Rasanya aku akan menggila,” kata Kang Soo, kasar. Lalu pergi mengabaikan Ayahnya.



Kang Soo masih tampak agak kesakitan. Tapi ketika ia keluar, ia melihat Seon Young yang datang sambil menggandeng tangan Boss Hwang.



Diluar rumah sakit. Boss Hwang menyuruh Kang Soo untuk berpikir jernih, karena Kang Soo tidak punya kuasa pada hidupnya sendiri, maka Kang Soo tidak bisa mati hanya karena ingin.

“Omong- omong. Uang Hang Seong Gu banyak hilang. Aku kehilangan banyak uang karena kecelakaanmu. Akan kuhitung beberapa yang hilang. Jadi datanglah ke kantorku begitu kamu pulih,” kata Boss Hwang.




Boss Hwang lalu berdiri dan memegang leher Kang Soo, ia menanyakan kenapa Seon Young- nya bisa naik motor bersama Kang Soo. Dan dengan agak gugup, Kang Soo mau menjawab, tapi Boss Hwang menghentikannya.

“Aku tidak menanyakan pendapatmu. Tapi kamu, pertimbangkan keadaanmu sekarang,” kata Boss Hwan sambil menepuk pipi Kang Soo.




Setelah itu Boss Hwang berjalan mendekati Seon Young yang telah berdiri menunggunya. Ia memengang pundak Seo Young dan mengajaknya untuk pergi. Pada saat itu Seo Young melihat kearah Kang Soo dengan tatapan yang tidak bisa dimengerti.



Dijembatan. Ada tulisan yang terukir pada pegangannya. Kebahagiaan tidak jauh. Bagaimana harimu?

Kang Soo berdiri disana sambil memandangin pemandangan laut dimalam hari. Ia tampak sangat putus asa. Lalu ia teringat akan perkataan wanita lab kepadanya. Dan setelah itu dengan kencang, ia segera berlari.



Kang Soo kembali ketempat lab tersebut. Ia menemui wanita itu. Tapi anehnya, kali ini Kang Soo harus membayar, dengan alasan tiba- tiba saja ada lonjakan sukarelawan. Jadi mereka mengubah kebijakan.

“300.000 dolar itu tidak mahal untuk harga kebahagiaan,” tekan wanita tersebut kepada Kang Soo dengan tenang.



“Maksud Anda itu murah?” tanya Kang Soo memastikan, lalu ia pun mendengus. “Sial! Pada akhirnya, uang yang terpenting, bukan?” tanya Kang Soo.

Dan wanita itu hanya tersenyum.

Post a Comment

Previous Post Next Post